Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Inilah Jenis-jenis Riya’ yang Dapat Merusak Ibadah Beserta Contohnya

Bagikandakwah – Hindari yang namanya riya’ / pamer dalam hal beribadah. Berikut ini penjelasan Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa beliau (2:29,30). Hubungan riya dengan ibadah memiliki tiga bentuk:


 
Bentuk Pertama
Motivasi ibadah seseorang murni agar dilihat manusia. Seperti orang yang melakukan shalat karena ingin dilihat manusia, karena ingin manusia memuji shalatnya. Maka riya jenis ini membatalkan ibadah.

Bentuk Kedua
Riya menghampiri di tengah-tengah pelaksanaan ibadah. Yaitu seseorang memulai ibadahnya dengan keikhlasan kemudian ditengah pelaksanaan ibadah terserang riya. Kasus ini tidak terlepas dari dua keadaan

Keadaan Pertama
Awal pelaksanaan ibadah tidak berkaitan dengan akhir ibadah. Maka ibadah yang dilakukan dibagian awal, sah ibadahnya. Adapun ibadah yang terakhir dilakukan (karena tercampur riya) menjadi batal.

Contoh:
Seseorang memiliki 100 real dan ingin bersedekah dengannya. Ia pun menyedekahkan 50 real pertama dengan sedekah yang ikhlas karena Allah kemudia ia terserang riya tatkala bersedekah dengan 50 real sisanya.

Maka sedekah pertama adalah sedekah yang shahih, diterima Allah adapun sedekah 50 real sisanya adalah sedekah bathil karena didalamnya tercampur riya dengan ikhlas.

Keadaan Kedua
Awal pelaksanaan ibadah terikat erat dengan akhir ibadah. Kondisi ini tidak terlepas dari dua kondisi:

Kondisi Pertama
Seseorang berusaha melawan riya dan merasa tidak tenang dengan keadaan tersebut. Bahkan ia berusah berpaling dari riya dan membencinya. Maka riya yang demikian tidak berpengaruh apapun terhadap ibadahnya. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi waslalam,

إن الله تجاوز عن أمتي ما حدَّثت به أنفسها ما لم تعمل أو تتكلم
“Sesungguhnya Allah mengampuni bisikan hati dari umatku selama tidak dilakukan atau diucapkan.”

Kondisi Kedua
Seseorang merasa tenang dengan riya dan tidak berusaha melawan. Jika kondisinya demikian maka seluruh ibadahnya (dari awal sampai akhir) menjadi batal. Karena awal ibadah berkaitan dengan akhir ibadah.

Contoh:
Seseorang memulai shalat dengan ikhlas karena Allah Ta’ala. Kemudian pada rakaat kedua terserang riya. (Karena ia merasa tenang denga riya tersebut dan tidak berusaha melawan) maka seluruh shalat dari rakaat satu hingga terakhir menjadi batal. Karena rakaat pertama masih memiliki keterkaitan dengan rakaat terakhir.

Bentuk ketiga
Riya menyerang usai berakhirnya ibadah. Pada kondisi ini tidak berpengaruh sama sekali dan tidak membatalkan ibadah yang dilakukan. Karena ibadah telah sempurna dilakukan dengan ikhlas maka hadirnya riya usai ibadah tidak merusak ibadah tersebut.

Bukan termasuk riya ketika seseorang merasa senang ibadahnya diketahui orang lain. Karena rasa senang ini muncul setelah ibadahnya selesai.

Bukan termasuk riya bila seseorang merasa bahagia dengan amal ketaatannya. Karena ini menjadi bukti atas keimanannya.
Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

مَن سرَّته حسنته وساءته سيئته فذلك المؤمن

“Barangsiapa yang merasa senang dengan kebaikannya dan gelisah karena keburukannya maka dialah seorang mukmin.”

Nabi shallallahu’alaihi wasallam ditanya tentang hal ini, beliau bersabda,

تلك عاجل بشرى المؤمن

“Itulah kabar gembira yang disegerakan bagi orang beriman.”

Demikianlah, contoh dan jenis-jenis riya yang perlu kita ketahui agar kita dapat menghindarinya. Semoga bermanfaat

Sumber: wanitasalihah.com

Inilah Kuliner Kesukaan Rasulullah SAW

Bagikandakwah - Manusia tidak lepas dari kebutuhan terhadap makanan dan minuman. Demikian juga Rasulullah SAW. Sebagaimana manusia pada umumnya, beliau juga punya kuliner kesukaan. Apa saja kah itu?



Dikutip dari buku yang berjudul ‘Mutiara Ihya’ Ulumuddin’ karya Al-Ghazali, makanan yang sangat disukai Nabi Muhammad adalah daging.

iBeliau bersabda, “Daging itu dapat menambah pendengaran, dan itu merupakan makanan utama di dunia dan di akhirat. Seandainya aku memohon kepada Tuhanku agar Dia memberiku makanan daging setiap hari, niscaya Dia akan memberi.”

Beliau pun biasa makan roti berkuah dengan daging dan labu air. Beliau menyukai labu air, dan Beliau berkata bahwa labu air itu adalah pohon saudaranya, Yunus AS.

Aisyah ra berkata, “Jika kamu memasak sayur, perbanyaklah di dalamnya labu air, karena labu air dapat menguatkan hati orang yang susah.”

Aisyah juga mengatakan jika Rasulullah SAW biasa memakan daging burung yang diburu. Beliau sendiri tidak ikut berburu dan tidak pula memburunya. Beliau suka agar orang orang lain berburu untuknya dan membawakan padanya, lalu Beliau menyantapnya. Beliau pun suka memakan roti dan minyak samin.

Di antara sayuran Beliau menyukai al-handaba, al-badzruj, dan sayuran al-hamqa.

Sedangkan, buah-buahan yang paling beliau sukai adalah kurma, semangka, dan anggur. Kadang-kadang beliau memakan buah anggur dengan mengigit dari tangkainya sehingga tampak air anggur itu menempel pada janggutnya seperti mutiara. Paling sering menu makan Rasulullah SAW adalah air dan kurma. Rasulullah SAW memakan al-qatsa (buah sejenis mentimun) dengan kurma dan garam.

Selain itu, Rasulullah SAW juga suka menggabungkan susu dengan kurma. Beliau menamainya al-athyabain (dua yang paling baik).

Beliau menyukai makanan, jika dari daging kambing adalah bagian lengan dan bahu. Adapun jika dimasak dalam periuk adalah labu air, dari lauk-pauk adalah cuka, dan dari kurma adalah ‘ajwah (jenis kurma paling bagus).

Pada ‘ajwah itu, Beliau mendoakan keberkahan, dan mengatakan bahwa itu adalah dari surga serta obat penawar racun dan sihir. Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat


Sumber: islampos.com

Inilah Sholat Sunnah Empat Puluh Ribu Rakaat

Baginakandakwah – Sahabat dakwah, Al-kisah pada suatu hari di kota Baghdad, Sumnun menyaksikan seseorang yang mendermakan empat puluh ribu dirhamnya kepada kaum fakir. Sumnun pun berkata kepada Abû Ahmad:



“Hai Abû Ahmad, perhatikanlah, berapa banyak uang yang telah ia dermakan, betapa banyak amal saleh yang telah ia kerjakan?

Sedangkan kita tidak punya apa-apa untuk didermakan. Mari kita pergi ke suatu tempat untuk melakukan shalat sunah sejumlah dirham yang telah ia dermakan.”

Keduanya lantas melakukan perjalanan ke berbagai kota dan selama perjalanan mereka terus memperbanyak shalat sunnah, di setiap kota yang mereka kunjungi hingga mereka mampu melakukan shalat sunah empat puluh ribu rakaat.

Hikmah Dibalik Kisah

Kaum sholihin terdahulu haus akan akhirat. Mereka senantiasa berlomba-lomba untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allâh. Mereka tidak mau kalah.

Karena itulah, dalam kisah di atas kita melihat bagaimana Syeikh Sumnûn berjuang untuk melakukan shalat sunah sebanyak itu hanya karena tidak mau kalah dengan seseorang yang mendermakan empat puluh ribu dirhamnya.

Dalam sebuah Hadis, Rasûlullâh saw bersabda:

خَصْلَتَانِ مَنْ كَانَتَا فِيْهِ كَتَبَهُ اللهُ شَاكِراً صَابِراً، وَمَنْ لَمْ تَكُوْنَا فِيهِ لَمْ يَكتُبْهُ اللهُ شَاكِراً وَلاَ صَابِراً: مَنْ نَظَرَ فِيْ دِيْنِهِ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فَاقْتَدَى بِهِ، وَمَنْ نَظَرَ فِيْ دُنْيَاهُ إِلَى مَنْ هُوَ دُونَهُ فَحَمِدَ اللهَ عَلَى مَا فَضَّلَهُ بِهِ عَلَيْهِ، كَتَبَهُ الله شَاكِراً وَصَابِراً، وَمَنْ نَظَرَ فِيْ دِيْنِهِ إِلَى مَنْ هُوَ دُوْنَهُ وَنَظَرَ فِيْ دُنْيَاهُ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فَأَسِفَ عَلَى مَا فَاتَهُ مِنْهُ، لمْ يَكْتُبْهُ اللهُ شَاكِراً وَلاَ صَابِراً

“Ada dua hal, barang siapa memiliki keduanya, maka Allâh mencatatnya sebagai seorang yang bersyukur dan bersabar, dan barang siapa tidak memiliki kedua hal tersebut, maka Allâh tidak akan mencatatnya sebagai seorang yang bersyukur dan tidak pula bersabar. Barang siapa dalam urusan Agamanya memandang kepada yang lebih tinggi (mulia, hebat) darinya dan kemudian meneladaninya, dan dalam urusan dunianya ia memandang kepada orang yang lebih rendah (susah) darinya, dan kemudian memuji Allâh yang telah memberinya keutamaan di atas orang tersebut, maka Allâh mencatatnya sebagai seorang yang bersyukur dan bersabar. Adapun seseorang yang dalam uirusan Agamanya melihat kepada orang yang lebih rendah (buruk) darinya, dan dalam urusan dunianya melihat kepada yang lebih tinggi (kaya,sukses) darinya, kemudian ia menyesal tidak mendapatkan apa yang didapatkan orang tersebut, maka Allâh tidak akan mencatatnya sebagai seorang yang bersyukur dan bersabar.” (HR Tirmidzi)
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah diatas,

Oleh: Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus

Kisah Dikuti dari kitab Ar-Risâlatul Qusyairiyyah, karya ‘Abdul Karîm bin Hawâzin Al-Qusairiy, Dârul Khair, hal.407.


Sumber: addictions234.blogspot.co.id

Inilah Dua Kalimat yang Membuat Doa Segera Dikabulkan

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Doa sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seorang Muslim dan juga doa merupakan senjata bagi mereka, sesuai dengan tuntunan dari Rasulullah SAW. Melalui doa tersebut setiap hamba memanjatkan keinginannya agar dikabulkan Allah.



Dan ternyata ada dua kalimat yang bisa membuat doa kita segera dikabulkan Allah SWT. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Menurut Bachtiar Nasir, ustaz yang pernah menjadi juri ajang pencarian bakat seperti Hafiz Cilik serta Dai Cilik, pernah menjelaskan tentang dua kalimat yang bisa membuat doa segera dikabulkan Allah.

Kalimat pertama yang dimaksud adalah " Wa ilaahukum ilaahuw Waahidun laa ilaaha illa huwar rahmanurrahiim" . Di dalam kalimat tersebut ada dua kata yaitu Rahiim serta Rahmaan yang berarti suatu wujud dari sifat Allah yang penuh dengan kasih sayang pada semua hamba-Nya.

Dia menganjurkan untuk menghafalkan kalimat doa yang indah tadi dalam waktu 5 menit saja. Kalimat doa tersebut, kata dia, nantinya akan sangat membantu dalam menghadapi kehidupan di kala kesusahan.

Dia juga memberikan kalimat ke dua, yaitu " Alif Laam Miim, Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum" yang garis besarnya berarti bahwa kita sesungguhnya yakin akan Allah sebagai Maha Hidup yang berdiri sendiri serta berkuasa tanpa adanya campur tangan dari apapun.


Sumber : dream.co.id

Inilah Doa Ampunan Setelah Shalat Dhuha

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, jika anda rutin sholat dhuha ? Selesai salam biasakanlah membaca zikir berikut ini :



رب اغفرلنا وتب علينا انك انت التواب الغفور

robbighfirlanaa watub ‘alainaa innaka Antattawwaabul ghofuur, sebanyak 100 kali.

Zikir tersebut luas sekali maknanya. Kurang lebih seperti ini:

“Wahai Tuhan kami, Penjaga kami, Pemenuh segala kebutuhan dan hajat kami… Pemelihara kami, Pelindung kami, Pengajar kami, dengan segala cara-cara-Mu, Penjaga kami, Penolong kami… Mohon Engkau berikan pertaubatan buat kami, mohon Engkau berikan kekuatan buat kami, untuk berhenti dari segala dosa dan maksiat. Mohon Engkau bimbing kami dan ajarkan kami untuk bertaubat… Mohon Engkau mudahkan kami untuk memperbaiki diri kami… Mohon Engkau tutup segala kesalahan kami, dan dosa-dosa kami, yang membuat kami jauh dari-Mu…

Mohon Engkau bersihkan juga kami dari segala keburukan dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan agar kami dapat melakukan kebaikan. Ganti segala keadaan kami juga dengan segala keadaan yang membuat kami dekat dengan-Mu, cinta dengan-Mu, takut dengan-Mu, sayang dengan-Mu, perhatian dengan-Mu…


Bila kami jadi susah dunia akhirat kami sebab segala kesusahan yang kami buat sendiri, buat kami sanggup menghentikan, mengubah, dan memprbaikinya, Ya Rabb… Sesungguhnya Engkau At Tawwaab, Tuhan Yang Maha Menghentikan segala perbuatan buruk kami, segala dosa kami, segala kejahatan dan kelalaian kami… Engkau At Tawwaab, Yang Maha Menerima taubat kami, dan Yang Bisa Menyebabkan kami bisa, mampu, dan berkehendak untuk bertaubat, juga memudahkan jalannya.

Engkau At Tawwaab, Tuhan Yang Maha Menerima kami dengan segala dosa dan kekurangan kami, lalu mengampuni dan membersihkan kami dengan segala pengertian doa ini, yang segala rahasia doa hanya Engkau Yang Tahu, juga segala rahasia nama At Tawwaab-Mu…

Engkau juga Al Ghofuur, Yang Maha Mengampuni seluas-luasnya, sebanyak-banyaknya, dosa keburukan dan maksiat hamba-hamba-Mu. Engkau Al Ghofuur, yang bila sebagian dosa keburukan dan maksiat hamba-hamba-Mu sudah berwujud keburukan, kesulitan, kesusahan, bagi hamba-hamba-Mu, maka Engkau jua yang bisa mengubahnya, menggantinya, kepada keadaan baik menurut-Mu, dengan cara-cara-Mu, karena Engkau Al Ghofuur. Begitu luas Ampunan-Mu, gak ada batesannya, gak ada tepiannya, yang dengan indah Engkau sandingkan dengan At Tawwaab..

Di doa sehabis dhuha ini, seakan Engkau tahu, dan pastinya Engkau tahu bahwa karena ampunan-Mu luas seluas-luasnya, besar sebesar-besarnya, banyak sebanyak-banyaknya, maka bisa jadi hamba-hambaMu ada yang terus menerus melakukan dosa-dosa, keburukan-keburukan, kesalahan-kesalahan, maksiat-maksiat yang baru… Padahal Engkau sudah mengampuni, padahal Engkau sudah menutupi, padahal Engkau sudah memaafkan sebab Engkau Al Ghofuur

Karena itu Engkau lengkapi doa ini, lewat Rasul-Mu, bukan hanya Al Ghofuur… Tetapi juga At Tawwaab. Engkau sanggup suatu saat membuat orang bisa berhenti: selamanya gak mengulangi lagi. Engkau juga bukan hanya At Tawwab, Tapi juga Al Ghofuur. Serasi, pas, dengan segala makna yang hanya Engkau Yang Mengetahuinya…

Kawan-kawan, inilah sebagian dari pengertian, makna, filosofi, hikmah, dari doa setelah shalat dhuha. Sesungguhnya makna, arti, dan pengertian lainnya, dari setiap potongannya lebih dari itu. Asli. Lebih dari itu. Doa setelah shalat dhuha ini selain berbahasa Arab, bahasa teragung, ia juga doa langsung dari Rasul. Dhamir dalam doa tersebut saya ganti menjadi nahnu, menjadi “kami” dengan maksud agar saat kita semua berdoa dengan doa ini seratus kali, tercakup juga doa untuk sekeliling kita: Indonesia, dunia, semesta, dengan segala isinya dari yang paling dulu, hingga yang paling akhir.

Sungguh lebih indah, lebih luas, lebih dalam lagi maknanya. Semoga istiqamah menjalankan doa ini, setelah tau sedikiiiittt maknanya. Selamat menjalankan ya. Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi.

Sumber : yusufmansur.com

Inilah Tata Cara mengQodho’ Sholat, Lengkap Dengan Bacaan Arab, Latin dan Niatnya

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Seperti telah di ketahui bersama, bahwa sholat lima waktu merupakan suatu kewajiban yang harus di penuhi oleh setiap umat Islam yang sudah sampai pada ketentuan syariat (baligh menurut syara), serta kewajiban ini menjdi suatu hal yang sangat di tekankan dalam arti bagaimana-pun keadaannya baik itu sedang sakit, dalam perjalanan, atau berada dalam kepayahan tetap harus melaksanakannya terkecuali jika sudah hilang akal seperti halnya gila.



Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika seseorang lupa, ketiduran atau pingsan sehingga sholat tertinggal karena hal tersebut, maka dalam hal ini orang tersebut harus bahkan wajib mengqodhonya bagitu bagi yang gila setelah dia sembuh harus sholat qodho.
Namun bagai mana jika meninggalnya secara di sengaja, maka dalam hal ini selain dia berdosa berkewajiban pula untuk mengganti sholat yang di tinggalkannya.

Dalam tata cara melaksanakan sholat qodho ini harus di segerakan jangan di tunda-tunda kecuali udzur, jika waktu sholat yang di tinggalkannya banyak maka harus di laksanakan secara sekali gus, seperti setelah sholat pertama selesai di laksanakan maka segera berdiri untuk melaksanakan yang selanjutnya, hal seperti ini juga sama seperti ketika akan melaksanakan cara shalat jamak atau yang lainnya.

Sedangkan tak jarang pula ada orang yang meninggalkan sholat secara terus menerus sehingga jumlah yang di tinggalkannyapun tidak dia ketahui berapa banyaknya, dalam hal ini maka kewajiban dia mengqadho sholat adalah menurut madzhab Syafi’iyyah, Malikiyyah, hanabilah harus mengqadha sejumlah sholat sampai dia merasa yakin telah terbebas dari semua yang pernah di tinggalkan-nya, sedangkan menurut Hanafiyyah tidak perlu sampai yakin asalkan dia sudah menduga bahwa sholat yang di tinggalkannya telah terpenuhi maka telah cukup.

Niat Sholat Qodho
Dalam hal kalimat niat qodho sholat ini tidak banyak perubahan dengan yang fardhu hanya terjadi dalam satu kata saja yaitu lafadz:
اداء
diganti menjadi
قضاء
Niat Qodho Sholat Maghrib

اصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usolli farhol maghribi sala rok’atin mustaqhbilal qiblati qhodo-an lillahi ta’ala

Artinya:
Aku Niat melaksanakan sholat maghrib tiga rakaat menghadap qiblat serta qodho karena allah ta’aalaa

Niat Qodho Sholat Dzuhur

اصلى فرض الظهر اربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usolli farhol dzuhri arba’a rok’atin mustaqhbilal qiblati qhodo-an lillahi ta’ala

Artinya:
Aku Niat melaksanakan sholat dzuhur empat rakaat menghadap qiblat serta qodho karena allah ta’aalaa

Niat Qodho Sholat Ashar




اصلى فرض العصر اربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usolli farhol ashri arba’a rok’atin mustaqhbilal qiblati qhodo-an lillahi ta’ala

Artinya:
Aku Niat melaksanakan sholat ashar empat rakaat menghadap qiblat serta qodho karena allah ta’aalaa

Niat Qodho Sholat Shubuh

اصلى فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usolli farhol subhi rok’ataini mustaqhbilal qiblati qhodo-an lillahi ta’ala

Artinya : Aku Niat melaksanakan sholat shubuh dua rakaat menghadap qiblat serta qodho karena allah ta’aalaa

Niat Qodho Sholat Isya’

ﺃُﺼَﻠِّﻲﻓَﺮْﺾﺍﻟﻌﺷﺎﺀِﺃَﺮْﺑَﻊَﺮَﻜَﻌَﺎﺖﻤُﺴْﺘَﻗْﺑِﻞَﺍﻟْﻗِﺑْﻟََﺔِ قضاء ﻠِﻠّﻪِﺘَﻌَﺎﻟﻰ

Usolli farhol isyaa-i arba’a rok’atin mustaqhbilal qiblati qhodo-an lillahi ta’ala

Artinya:
Aku Niat melaksanakan sholat isya empat rakaat menghadap qiblat serta qodho karena allah ta’aalaa

Untukmu sahabat dakwah, Sesibuk apapun kamu jangan pernah tinggalkan sholat, shalatlah tepat pada waktunya, jangan pernah menunda-nunda yaa..

Nah itulah pembahasan yang berkaitan dengan tata cara qodho sholat dan bacaan niatnya baik shubuh ashar maghrib isya dan shubuh, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Perbaikilah Sholatmu, Maka Allah Akan Dengan Mudah Mengabulkan Semua Doamu

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Tahukah kamu bahwa, bila ibadah shalatmu dilakukan dengan baik dan sesuai dengan keinginan Al-Qur’an dan sunnah, maka setiap doa yang selama ini kamu panjatkan kepada Allah dalam shalatmu akan membuat sulit Allah SWT untuk menolaknya.



Setiap doa yang dimohonkan saat kamu sedang menjalankan shalat maka doa itu akan cepat dijawab oleh Allah SWT. Ketahuilah bahwa doa seseorang yang diucapkan saat berdiri dalam shalatnya, maka akan langsung dikabulkan oleh Allah.

Ikhtiar Dan Sabar, Itu Adalah Kunci Agar Suatu Saat Nanti Hidupmu Akan Menjadi Bahagia

Maka perhatikan dan perbaikilah seluruh ibadah shalatmu dengan benar. Niscaya apa yang kamu minta pasti akan secepatnya dikabulkan oleh-Nya. Jadi jika kamu sedang dilanda suatu persoalan dalam kehidupan, maka mintalah solusinya hanya kepada Allah.

Teruslah kamu untuk berikhtiar dan bersabar, dan ketika kamu hendak menjalankan shalat maka memohonlah pada-Nya agar kamu mendapatkan jalan keluar yang baik. Ingatlah bahwa kasih sayang Allah kepada seluruh hambanya sungguh sangat luas.

Rasa Senang Dan Sedih Datangnya Dari Allah, Maka Ketika Keduanya Menghampirimu Jangan Lupa Untuk Segera Kembali Pada-Nya

Banyak dari manusia yang mengeluh saat mereka sedang dilanda persoalan dalam hidupnya. Itu tidak lain karena kita tidak merasakan kasih sayang Allah yang sangat luas ini.

Ingatlah bahwa setiap rasa bahagia atau pun sedihmu itu semua Allah lah yang memberinya. Tinggal bagaimana cara kamu untuk menjalani semua itu.

Jangan lupakan bahwa apa yang sudah diberikan Allah kepadamu selama ini adalah bentuk dari rasa cinta Sang Pencipta kepada Hamba-Nya.

Jagalah Setiap Nikmat Yang Allah Karuniakan Untukmu Dengan Rasa Syukur dan Shalatmu

Jangan sekali-kali kamu lupa akan rasa syukurmu bila cita-cita yang selama ini kamu impikan telah dikabulkan oleh Allah. Itu adalah salah satu wujud nikmat untukmu supaya kamu semakin dekat dengan-Nya.

Jagalah setiap nikmat hidup yang telah Allah berikan untukmu dengan terus bersyukur kepada-Nya. Jangan terlalu merasa senang saat kamu sedang diberi kenikmatan oleh-Nya. Agar kamu tidak lupa darimana semua itu sebenarnya berasal.

Belajarlah Menjadi Orang Yang Rendah Hati, Karena Itu Akan Mencegahmu Dari Kesombongan

Kamu harus ingat bahwa tiap manusia yang hidup di dunia ini memiliki sebuah tanggung jawab. Maka dari itu jagalah selalu hatimu. Karena dengan menjaga hatimu maka kamu tidak akan menjadi orang yang sombong.

Ketahuilah bahwa jika kamu semakin banyak bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat yang sedang kamu rasakan saat ini. Pandanglah semua nikmat-nikmat dari Allah dengan bijaksana.

Jangan Sekali-kali Ingkar Kepada Nikmat Yang Kamu Dapatkan, Karena Itu Salah Satu Perbuatan Yang Di Benci Oleh Allah

Nikmat sejatinya adalah ujian hidup bagi manusia. Banyak dari mereka yang lalai dan menjadi angkuh karena nikmat yang sudah mereka terima. Jangan sekali-kali kamu seperti itu karena itu adalah perbuatan yang di benci oleh Allah.

Gunakanlah nikmat yang Allah berikan untukmu dengan benar. Agar kamu mendapat ridho dari-Nya. Bersedekahlah dengan rezeki yang telah kamu terima.

Tolonglah mereka yang membutuhkan bantuanmu dan Jadikanlah hidupmu agar berguna bagi orang lain. Niscaya rezekimu akan semakin bertambah.

Oleh karena itu mengertilah, bahwa semua kenikmatan yang Allah persembahkan bagimu itu adalah merupakan sebuah amanah yang harus kamu pertanggungjawabkan kelak.

Sahabat dakwah, mulai sekarang perbaikilah sholatmu agar Allah memperbaiki hidupmu, semoga menginspirasi


Sumber: suara.co

Jika Anda Banyak Meninggalkan Sholat, Lakukan Ini Sebelum Terlambat dan Menyesal di Kemudian Hari

Bagikandakwah – Hidayah bisa didapat oleh siapapun yang dikehendaki Allah, Kadar iman seseorang itu bisa naik dan juga bisa turun.



Pertanyaan
Adakah kita perlu mengqada’ solat (wajib atau sunat) yang tertinggal dengan sengaja, malas dan lalai? Bagaimana dengan solat yang ditinggalkan semenjak aqil baligh? Apakah kita hanya dituntut supaya bertaubat dan tidak perlu mengqada’nya?

Jawaban:
Firman Allah SWT:
… إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
“… sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. an-Nisa: 103)

Ayat ini menunjukkan bahawa solat fardhu menjadi kewajipan orang Islam dan mempunyai waktunya yang telah ditetapkan. Sebelum saya menjawab permasalahan ini, suka dinyatakan berkenaan dengan hukum meninggalkan solat.

Pengarang al-Fiqh al-Manhajimenyebut: Orang yang meninggalkan kerana mengingkari hukum wajibnya atau sengaja mempersendakannya akan menjadi kafir dan terkeluar daripada agama Islam.

Pihak pemerintah wajib menyuruhnya bertaubat dan tidak boleh membiarkannya demikian sehingga dia bertaubat dan kembali mendirikan sholat.

Jika dia terus mengingkarinya, dia akan dihukum bunuh sebagai seorang murtad dan mayatnya tidak boleh dimandikan, dikafankan dan disembahyangkan. Juga tidak harus dikebumikan di tanah perkuburan orang Islam kerana dia bukan lagi di kalangan mereka.

Sementara orang yang meninggalkan solat kerana malas tetapi masih meyakini hukum wajibnya, pihak pemerintah hendaklah memaksanya mengqada’kan solat dan bertaubat daripada kesalahan meninggalkannya.

Jika masih ingkar untuk mengqada’nya, maka dia wajib dihukum bunuh mengikut hukuman yang disyariatkan atas orang Islam yang melakukan maksiat.

Hal ini kerana hukuman ke atas orang yang meninggalkan perkara fardhu adalah wajib diperangi tetapi selepas dibunuh dia masih dianggap seorang Islam. Oleh itu, jenazahnya, pengebumian dan pembahagian hartanya hendaklah diuruskan menurut syariat Islam.

Berkenaan dengan soalan di atas, pendapat yang masyhur dalam Mazhab Syafie hendaklah diqada’kan solat yang telah ditinggalkan walaupun bukan dengan sebab tertidur atau lupa.

Ini kerana hutang Allah SWT lebih utama dibayar. Berkenaan dengan solat yang ditinggalkan semenjak aqil baligh, maka hendaklah diqada’ semampu yang mungkin walaupun secara beransur-ansur sehingga selesai, di samping bertaubat kepada Allah SWT.

Mereka hendaklah menghitung solat yang ditinggalkan dengan ghalib zan atau yakin supaya dapat diqada’kan semua solat yang pernah ditinggalkan.

Walaupun begitu kita yakin dengan sifat keampunan Tuhan dan penerimaan taubatnya di samping beriman dengan firman Allah SWT:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا …

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya …” (QS. al-Baqarah: 286)

  
Berkenaan dengan qada’ amalan sunat hukumnya sunat, seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Adapun taubat juga perlu tetapi tidak memadai dengannya sahaja, mesti diqada’ juga berdasarkan arahan Rasulullah SAW.

Cara Mengqodho’ Sholat
Ada pendapat yang mengatakan hanya perlu qada solat yang ditinggalkan kerana tidak sengaja terlupa atau tertidur dan tidak perlu qada solat yang sengaja ditinggalkan.

Misalnya sembahyang yang ditinggalkan dengan sengaja kerana lalai semasa “muda-muda dulu”. Mereka mengatakan cukup dengan istighfar dan bertaubat sahaja.

Sebenarnya pendapat ini tidak tepat kerana Rasulullah s.a.w. sendiri menqada solat yang ditinggalkan walaupun Baginda tidak tertidur atau terlupa. Tidak ada qada dalam solat bukan bermaksud tidak perlu qada tapi tidak perlu sebut perkataan qadha semasa niat.

Qadha ialah melakukan sesuatu ibadah di luar waktunya dan tunai ialah melakukan sesuatu ibadah di dalam waktunya. Secara mudahnya tunai “waktu Allah”, qadha “waktu kita”

Dari ‘Aisyah r.a katanya: ”Apabila Rasulullah s.a.w. lupa solat malam, umpamanya kerana tertidur dan sebagainya, maka baginda menggantinya pada siang hari dua belas rakaat.” (HR. Muslim)

Ada orang bertanya: Jika kita tertinggal solat (sengaja dan tidak sengaja) sejak akhil baligh sehingga sekarang (20-an; banyak waktu), perlukah di qada semua jumlah solat yang tertinggal itu atau cukup dengan melakukan solat taubat?

Jawabnya, Wajib qada solat yang telah tertinggal. Disini ada dua cara untuk qada, pertama jika seseorang yang tahu sebanyak mana dia telah tinggalkan solat fardhunya, maka qadakanlah mengikut bilangan yang telah ditinggalkannya.

Cara kedua adalah bagi yang tidak tahu secara detail berapa banyak yang telah ditinggalkannya, yakni semenjak akil baligh, buatlah anggaran berapa banyak solat yang perlu diqada dan berhentilah jika sudah yakin solat itu sudah diqada kesemuanya.

Cara yang terbaik adalah selepas selesai solat fardhu lakukan solat qada, buatlah berterusan begitu moga-moga diterima Allah. Selain itu ada juga orang bertanya, jika ditakdirkan meninggal sebelum sempat mengqada semua solat itu ( tetapi sudah buat solat taubat ) bagaimana ?

Soal jika meninggal sebelum sempat meng’qada kesemua solat itu, semuanya bergantung pada Allah, akan tetapi jika kita telah benar-benar insaf dan niat untuk qada’ kesemua solat dan telah melakukan solat taubat dengan bersungguh-sungguh dan juga mengikuti segala perintah Allah, insyaAllah akan diampuni dosa-dosanya.

Untuk pengetahuan semua, qada solat fardhu boleh dilakukan pada bila-bila masa sahaja tiada waktu larangan padanya. Semoga perkongsian ini bermanfaat kepada semua dalam mendapat pengampunan daripada Allah SWT. Aamiin