Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Sebelum Menjemput Rezeki, Sudahkah Kau Raih Ridho Orang Tuamu?

Bagikandakwah – Ada mungkin pernah mendengar kata “ Jadikan orangtua layaknya Raja maka rezekimu akan juga seperti Raja “ memang benar salahsatu perbuatan yang bisa melancarkan rezeki yakni dengan berbakti kepada orangtua. Nah sahabat dakwah, Sebelum Menjemput Rezeki, Sudahkah Kau Raih Ridho Orang Tuamu?



Krisis moneter mengguncang tanah air dengan begitu hebatnya. Ayah bekerja serabutan, ibu membuka warung kecil-kecilan. Bisa di bayangkan  betapa “Negpas”-nya ekonomi keluarga kami.

Karena itulah, mau tidak mau kami harus legowo dengan kenyataan bahwa saya tak bisa melanjutkan kuliah. Seorang teman mengajak saya untuk melamar pekerjaan.

Bermodal nekat, kamipun berangkat. Bahkan, saya tak sempat meminta izin kepada orang tua. Toh, inikan hanya coba coba. Singkat cerita, saya diterima. Ternyata, saya bekerja di bidang multi level marketing. Ini hal yang amat baru bagi saya. Tiap hari, kami harus menjajakan produk dengan cara berkeliling.

Jika dalam sehari kami tidak berjualan, maka kami tidak mendapat gaji sepeserpun. Walau begitu berat, saya tetap bertahan dengan profesi ini dan melabuhkan harapan agar bisa meraih sukses sebagaimana yang di sampaikan para petinggi MLM itu.

Hingga suatu hari, saya memutuskan untuk pindah ke kantor pusat MLM di jakarta. Kedua orang tau menentang keputusan itu. Mereka tidak tega membiarkan saya hidup sendiri di kota besar. Dasar nekad, saya terus mempersuasi kedua orang tua.

Saya lancarkan segala argumentasi agar beliau berdua bisa mengizinkan saya hidup di belantara ibu kota. Dengan berat hati, ayah-ibu mengizinkan saya. Walaupun, saya tahu persis, di lubuk hati mereka yang paling dalam, sebenarnya mereka sama sekali tidak ridho.

Hari-hari pertama di jakarta, saya begitu bersemangat. Rasanya begitu bebas. I feel free…! kota yang begitu megah, kosmopolitan. Segala kemewahan hidup tersaji disini.

Namun, ketika memasuki hitungan bulan, saya mulai merasakan kerasnya hidup di kota besar yang penuh persaingan. Belum lagi biaya hidup, kos, transport dan harga makanan yang selangit.

Ada kalanya, dua sampai tiga hari saya tidak makan. Karena tidak ada sepeserpun uang yang bisa saya pakai untuk membeli makanan. Saya bahkan pernah menyusuri jalan demi mengais uang yang barangkali terjatuh.

Sore itu, dengan perut perih melilit menahan lapar, saya berjalan menuju kos dengan hati yang begitu pedih. Tidak ada satu barang daganganpun yang terjual. Sempat terpikir untuk meminta duit entah pada siapa, sekedar untuk ongkos pulang.

Tapi, saya sadar, islam melarang umatnya meminta-minta. Saya memohon kepada Allah, agar ada beberapa rupiah yang bisa kami gunakan.

Mendadak di depan saya ada koin lima puluh rupiah dengan jumlah cukup banyak. Sambil menahan malu, saya coba ambil koin-koin tersebut. Ternyata koin-koin itu sudah melekat di aspal. Saya cungkil berkali-kali, tidak berhasil. Astaghfirullahal ‘adzim…

Dengan menahan air mata yang nyaris tumpah, saya menuju rumah kos. Sampai di kamar, saya termenung. Apa salah saya, sehingga mengalami kesulitan hidup seperti ini ? apa dosa-dosa yang saya lakukan, sehingga hidup saya laksana bentangan jalan yang terjal dan berliku? Di tengah hati yang menggerimis, terputarlah fragmen-fragmen hidup saya delapan bulan terkahir.

Ya, semua ini bermula dari absennya ridho orang tua. Guru agama saya pernah berpesan, bahwa ridha Allah ada pada ridho orang tua. Maka jika orang tua tidak ridho, Allah takkan pernah memberkahi hidup kita.

Bukan hanya itu, saya kerap didera rasa bersalah setiap kali berhasil menjual suatu produk. Perusahaan MLM mengharuskan kami menjual produk dengan cara meyakinkan costomer bahwa produk kami berkualitas terbaik serta berharga murah.

Dengan gaya ala seles profesional, saya “membujuk” konsumen. Yang penting produk saya laku. Yang penting saya dapat duit. Yang penting, saya bisa makan. Padahal, duit, makanan dan semua yang pernah saya dapatkan berasal dari jalan menipu orang lain. Astaghfirullahal ‘adzim…

Kendati kerap diterpa kemalangan bertubi-tubi, ada kalanya saya mendapatkan jalan keluar dari arah yang tak disangka. Pertolongan Allah selalu datang pada saya. Sifat Rahman dan Rahiim-Nya memang membuat saya bergelimang syukur.

Suatu ketika, seorang bapak (yang sama sekali tidak saya kenal) memberi ongkos untuk naik bajaj. Beliau merasa iba tatkala tahu bahwa saya tak punya uang untuk ongkos pulang.

Awalnya saya tolak pemberian beliau. Tapi, bapak yang beranjak sepuh itu berkata, “Saya juga punya anak yang sedang merantau. Saya hanya berharap kelak ada yang membantunya saat dia kesulitan”

Masya Allah. Berdesir hati saya. Sepanjang perjalanan pulang, air mata saya menetes tiadak henti. Ucapan bapak tadi membuat saya teringat akan ketulusan hati ayah. Beberapa tahun lalu, ayah pernah mengatakan hal serupa tatkala membantu orang yang kesulitan. Saya rindu ayah dan ibu. Saya ingin pulang.

Lagi-lagi, Allah maha mendengar rintihan hamba-Nya. Dalam doa yang saya langitkan, sungguh, saya sangat rindu ayah dan ibu. Tiada habis rasa sesal, karena saya nekad berbuat hal yang sebenarnya tidak beliau ridhoi.

Subhanallah.. maha suci Allah, beberapa pekan kemudian, ayah menjemput saya ke jakarta. Rindu saya terjawab. Sosok ayah tampak begiru tenang. Tak ada raut amarah di wajah beliau. Padahal, sebelumnya, ayah cukup keras menentang kepergian saya ke jakarta. Beliau meneteskan air mata saat melihat saya. Dengan suara bergetar, beliau berkata, “Ayo kita pulang nak…”

Sepanjang perjalanan menuju surabaya, saya tidur dengan bersandar pada tubuh ayah. Antara rindu yang begitu memuncak dipadu rasa bersalah. Belakangan saya tahu, bahwa beliau berangkat ke jakarta dengan uang hasil ganti rugi warung kami yang terkena gusur. Makin bertambah rasa bersalah saya saat itu, terlebih ketika ibu sempat tidak mengenali saya, karena saya terlihat kurus dan kumal.

Ayah, ibu, maafkan anakmu ini. Betapa ridho orang tua sangat penting bagi kita. Mulai detik ini, saya tak akan melakukan apapun, atau pergi kemanapun, apabila ridho ayah dan ibu belum saya kantongi. Terima kasih sudah menjadi orang tua terbaik  bagi kami.
semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah diatas


Kamu Perlu Tau.. Ternyata Ini Bahayanya Jika Kamu Terbiasa Menjemur Pakaian di Dalam Rumah

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Menjemur pakaian didalam rumah bisa jadi masih kerap dilaksanakan oleh beberapa orang. Mereka melaksanakan Perihal tersebut kebiasaannya pasal hujan yang terus menerus atau pasal tak memiliki lahan yang cukup buat menjemur pakaian diluar. Namun ketahuilah bahaya menjemur didalam rumah :




Sahabat dakwah. pagi ini aku membaca sesuatu makalah mengenai bahaya menjemur pakaian didalam ruangan. nyatanya habit tersebut bisa merugikan kebugaran kita serta keluarga.

studi yang dilaksanakan National Aspergillosis Centre di Manchester, Inggris menyebutkan jikalau menjemur pakaian dalam rumah dapat menaikkan kelembaban suatu ruangan. disamping itu menjemur pakaian di dalam ruangan juga akan menimbulkan peningkatan bakteri serta spora yang membahayakan

Anda mau tahu apakah saja Perihal mematikan yang ditimbulkan dari habit menjemur pakaian didalam ruangan, berikut ini penjelasannya:

1. bisa menimbulkan sakit pernafasan

Menurut Professor David Denning, dalam penelitiannya mengungkapkan bahwasannya “kebiasaan Menjemur pakaian dalam rumah bisa menaikkan kelembaban ruangan sampai 30%. keadaan tersebut amat prima buat peningkatan spora jamur, terutama jenis Aspergillus fumigatus yang mengakibatkan infeksi paru-paru”

“Satu ember cucian mengandung kurang lebih 2 liter air, yang akan menguap dalam ruangan. Saat badan dalam keadaan prima, Perihal tersebut tak berefek banyak, namun ketika imunitas melemah, badan jadi gampang terkena infeksi pernapasan yang dikarenakan jamur” tambah prof David

Saat peningkatan popullasi jamur, spora serta bakteri menaik di dalam ruangan, angka risiko terserang infeksi dari sebagian mahluk renik akan menigkat terhadap penghuni rumah, terutama penyakit yang berkaitan dengan pernapasan layaknya asma serta sinusitis, bronkitis, serta alergi.

Perihal ini akan lebih mematikan bagi orang yang mempunyai penyakit asma akut serta seseorang yang sedang melewati sistem kemoterapi. Ruangan lembap dapat menimbulkan aspergilosis paru, yang berakibat fatal

2. bisa menimbulkan kanker

Para ilmuwan yang melibatkan ahli lingkungan hidup mengamati udara kotor di Seattle, amerika serikat. Mereka menyelidiki bahan yang menguap dari pakaian. Hasilnya, penguapan pakaian nyatanya mengandung 7 polutan udara yang berbahaya. Dua dari tujuh bahan polutan tersebut ialah asetaldehida serta benzene , bahan yang sudah ditetapkan sebagai karsinogen (penyebab kanker)di. Amerika Serikat.

bisa jadi polutan ini setara layaknya halnya bila anda terpapar asap rokok dari teman anda yang perokok. Atau anda sebagai seorang pengendara motor dengan tidak masker yang terjebak macet di tengah kendaraan penuh asap pembuangan

Nah sahabat dakwah, sebagusnya anda melaksanakan penjemuran diluar ruangan saja. Atau kalaupun anda trepaksa sesegera mungkin menjemur didalam, sebagusnya jangan diruangan yang memilki pentilasi yang buruk. Buka jendela serta pintu supaya berlangsung siurkulasi udara yang cukup. Semoga informasi ini dapat berguna.


Sumber : bukaaja.info

Untuk Ibu yang Sering Marah-marah Sama Anaknya, Bahkan Sampai Mengutuk. Baca Ini Sebelum Anda Menyesal

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Masalah dalam rumah tangga selalu hadir di tengah-tengah kehangatan anggota keluarga. Masalah itu bisa muncul dari luar, bahkan dari dalam sekali pun.



Yapp, salah satu yang banyak kita temukan adalah seorang istri yang selalu saja melaknat anaknya ketika anak tersebut berbuat salah. Lalu, bagaimana solusinya? Simak solusi dibawah ini :

Sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, suami memiliki kewajiban untuk mengarahkan anggota keluarganya pada jalan kebenaran. Nah, dalam kasus sekarang ini, apa yang dilakukan seorang istri kepada anaknya sangatlah tidak tepat. Mengapa?

Melaknat anak termasuk dosa besar. Begitu pula melaknat orang lain yang tidak berhak dilaknat. Nabi SAW bersabda, “Dan melaknat seorang mukmin itu seperti membunuhnya,” (HR. Al-Bukhari).

Beliau bersabda, “Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) .

Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang banyak melaknat tidak akan menjadi pemberi kesaksian dan syafaat pada hari kiamat kelak,” (HR. Muslim).

Maka, perempuan tersebut wajib bertaubat kepada Allah dan menjaga lisannya dari mencela anak-anaknya. Ia juga dianjurkan untuk sering mendoakan mereka agar mendapat petunjuk dan kebaikan.

Sedangkan bagi Anda, sebagai suami, dianjurkan untuk menasihatinya selalu dan mengingatkannya agar tidak mencela anak-anaknya, serta meng-hajr-nya (mendiamkannya) jika nasihat tersebut tidak memberikan perubahan apapun.

Hajr yang diyakini dapat bermanfaat baginya, bersabar dan selalu mengharap pahal serta tidak tergesa-gesa menjatuhkan talak. Semoga kita sebagai orangtua tidak cepat melaknat anak ketika ia bersalah. Nasehati yang baik dan didik yang baik agar kelak bisa berguna bagi Agama dan bangsa


Sumber: congkop.xyz

Ini dia Cara Manjur Mengatasi Biang Keringat dengan cepat Ala Ibu Ibu di Jepang !! Coya Yukk

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Akhir-akhir ini, seorang ibu yang menikah dan menetap di Jepang mengeluh anaknya yang berusia 4 tahun diserang tidak sedikit biang keringat. Sang mertua yang berkebangsaan Jepang kemudian membaluri tubuh cucunya dengan air teh hijau yang dicampur garam. Tidak sampai setengah hari, biang keringat pun lenyap. Apakah yang menyebabkan biang keringat pada anak kecil ini dapat lenyap dalam waktu yang demikian singkat? Mari kita lihat bersama ulasan berikut ini:



Demikian berkhasiatnya kah air garam teh hijau?

Seperti yang sering diketahui, teh hijau memiliki fungsi melemahkan, terutama dalam menghadapi patogen, kuman penyakit, ia bersifat menekan serta membunuh. Ia berkhasiat pula dalam meredakan radang, teh hijau dapat menekan serta melawan kuman penyakit. Sementara, senyawa yang terkandung di dalam garam adalah Natrium Klorida yang berkhasiat menurunkan panas, detoxifikasi, membunuh kuman dan meredakan radang. Itulah sebabnya perpaduan keduanya bukan hanya dapat membunuh kuman pada biang keringat, ia dapat juga meredakan bengkak merah serta gatal-gatal yang ditimbulkan oleh biang keringat. Dalam upaya pencegahan, sebelum biang keringat tumbuh, dapat pula mandi menggunakan campuran teh hijau dan garam ini, berkhasiat untuk menimbulkan pertahanan tubuh terhadap biang keringat serta baik pula untuk perawatan kulit.

Bagaimana cara membuat air garam teh hijau?

Campurkan perbandingan teh hijau dengan garam dengan perbandingan 10 banding 1. Contohnya, 30g teh hijau diseduh bersama 3g garam dapur. Dapat menggunakan air mendidih terlebih dahulu untuk menyeduh teh kemudian barulah masukkan garam. Atau, dapat juga didihkan air bersama dengan teh hijau, terakhir baru masukkan garam serta dinginkan. Kemudian gunakan handuk bersih, celupkan pada campuram air garam teh hijau ini dan lap bagian tubuh yang diserang biang keringat. Atau dapat juga membasuh seluruh tubuh/mandi selama 10menit menggunakan air garam teh ini kemudian bilas menggunakan air bersih.

Hal-hal yang perlu diperhatikan apabila mandi menggunakan air garam teh hijau:

1. Suhu air garam teh hijau pada saat mandi hendaklah hangat/suam-suam kuku. Jika suhu air terlalu rendah, pori-pori kulit serta pembuluh darah sang anak dengan natural akan mengkerut, pori-pori keringat akan terkatup sehingga air keringat tidak dapat keluar, akibatnya biang keringat menjadi lebih parah. Apabila suhu air terlalu panas, maka kulit akan terlalu terstimulasi, akibatnya biang keringat juga akan bertambah banyak.

2. Setelah mandi, sebaiknya jangan membaluri tubuh anak dengan bedak agar mencegah tercampurnya bedak dengan sisa air pada permukaan kulit sehingga menyumbat pori-pori.

3. Karena kondisi tubuh setiap anak tidak sama, bagi beberapa anak diperlukan beberapa hari bahkan seminggu menggunakan air garam teh hijau barulah terlihat efeknya. Dalam proses pemulihan biang keringat, sangatlah penting untuk langsung menyeka keringat hingga kering untuk mencegah timbulnya biang keringat yang baru.

Selain itu, air garam teh hijau juga memiliki 2 khasiat ajaib:

1. Mencegah Heatstroke (sengatan panas)

Ketika cuaca panas menyengat, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat, tubuh pun akan banyak kehilangan kadar garam. Ketika sedang menyeduh teh, orang dewasa dapat menambahkan sedikit garam sebelum menikmatinya. Sering mengkonsumsi air teh dengan garam dapat berfungsi mencegah heatstroke. Anak kecil berusia dibawah 3 tahun sebaiknya jangan mengkonsumsi campuran ini, sementara bagi anak yang telah berusia di atas 3 tahun boleh mengkonsumsinya sedikit saja, namun kadarnya haruslah sangat encer.

2. Mengobati penyakit kulit

Dikarenakan air garam teh hijau memiliki fungsi meredakan radang, ketika kulit anak timbul gatal-gatal, bintik-bintik merah, atau gumpalan ruam yang memerah, atau lainnya, pengobatan menggunakan air garam teh hijau dapat memberikan efek yang cukup signifikan.

Demikianlah tips menggunakan air garam hijau untuk mengatasi biang keringat pada si kecil, semoga bermanfaat


Sumber : sosialcepat.co

Anak bandel ? inilah Do’a Yang Dicontohkan Rasulullah Untuk Anak

Bagikandakwah – Untukmu orangtua Berhati-hatilah dalam berucap karena ucapan bisa menjadi do’a untuk anakmu..



Tiada do’a yang ampuh kecuali do’a orang tua kepada anaknya, jadi semarah apapun orang tua jangan sampai mengucapkan do’a yang jelek untuk anakmu, ketahuilah inilah do’a yang dicontohkan Rasulullah untuk anak, jadi orang tua wajib mengetahuinya….

SEBAGAI orangtua, doa merupakan penguat kesuksesan anak. Ya, doa yang baik dapat mengantarkan anak tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik pula. Tetapi, ketika orangtua berdoa dengan doa yang buruk, maka bisa jadi anaknya pun akan demikian. Terutama ketika doa itu dilontarkan oleh sang ibu. Doanya memiliki kekuatan besar, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa saja langsung mengabulkannya.

Untuk itu, sebagai orangtua kita perlu berhati-hati. Jangan sampai kita mendoakan kejelekan pada anak. Sebagaimana hal inilah yang menjadi nasihat Rasulullah ﷺ, “Janganlah kalian mendoakan kejelekan untuk diri-diri kalian, anak-anak kalian, dan harta-harta kalian. Jangan sampai kalian menempati saat ketika Allah mengabulkan setiap orang yang meminta, (sehingga doa kejelekan itu) dikabulkan untuk kalian,” (HR. Muslim no. 5328).

Nah, Rasulullah ﷺ bukan saja memberikan nasihat kepada kita. Tetapi, beliau juga mencontohkan doa-doa terbaik untuk anak. Apa sajakah itu?

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusu’, nafsu yang tidak pernah puas, dan do’a yang tidak dikabulkan,” (Hadis Shahih. Diriwayatkan oleh Muslim no. 2722 dan An Nasa-i (8/260) dari Sahabat Zaid bin Al Arqam)

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima,” (Hadis Shahih. Diriwayatkan oleh al-Humaidi (1/143) no. 299, Ahmad (6/322), Ibnu Majah no. 925)

“Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah ilmu kepadaku,” (Hadis Shahih. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 3599 dan Ibnu Majah no. 251, 3833 dari Abu Hurairah)

“Ya Allah! Berilah ia pemahaman dalam agama dan ajarkanlah takwil kepadanya.”

Cerita dibalik hadis ini ialah ketika Rasulullah ﷺberada di rumah Maimunah, aku (Ibnu Abbas) menyiapkan air wudhu untuk shalat malam Rasul. Kemudian Maimunah berkata, “Wahai Rasulullah, yang meletakkan air wudhu ini ialah Abdullah ibn Abbas. Lalu Rasulullah berdoa, “Ya Allah! Berilah ia pemahaman dalam agama dan ajarkanlah takwil kepadanya,” (Dalam musnad Imam Ahmad disebutkan hadis dari Ibnu Abbas Radiyallahu Anhu).

Jadi, seburuk apa pun perbuatan anak kita, tetap doakan yang terbaik untuknya. Misal, “Kamu jadi imam Masjidil Haram saja!” atau kalimat-kalimat lain yang bisa memicunya menjadi pribadi yang lebih baik.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tiga orang yang doanya pasti dikabulkan adalah doa orang yang teraniaya, doa orang dalam perjalanan dan doa orangtua untuk anaknya,” (HR. Bukhari, Abu Dawud, dan Tirmidzi). []

Maka dari itu untuk orang tua jika anaknya nakal ataukah bandel jangan sampai kata kata jeles muncul dari mulut anda karena do’a yang ampuh adalah do’a orang tau kepada anaknya..

Klik SUKA jika artikel kami bermanfaat  dan jangan lupa share ke lainnya


Sumber :wajibbaca.com

6 Bahaya Bagi Kesehatan Anda Saat Rumahmu Kotor Berantakan

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Apakah anda termasuk orang yang malas membersihkan rumah? Atau malahan anda adalah orang yang tidak bisa melihat rumah dalam keadaan kacau dan kotor?



Well, penelitian menunjukkan bahwa rumah yang kotor bisa membawa dampak buruk untuk kesehatan tubuh. Kamu bisa merasa stres, mudah lelah, atau mudah jengkel jika kamu hidup dalam rumah yang berantakan.

Dilansir dari thehealthsite.com, berikut adalah penjelasan dari dampak buruk kotornya rumah bagi kesehatanmu.

1. Membuat Bingung
Lingkungan tempat tinggalmu bisa mempengaruhi kondisi mentalmu. Begitu pula dengan rumah yang kotor berantakan. Rumah berantakan bisa membuatmu merasa bingung. Kamu tidak bisa menemukan barang yang kamu cari dan hal ini bisa mempengaruhi cara berpikirmu pula. Kamu akan jadi mudah bingung.

2. Penyebab Stres
Apa yang akan terjadi pada saat kamu bingung? Kamu bisa mengalami stres. Dan tentu saja stres yang muncul akan menyebabkan berbagai macam kekacauan yang bisa membuatmu tambah stres.

3. Menyebabkan Kecelakaan
Rumah yang kotor berantakan juga bisa membuat mendapatkan kecelakaan ringan di rumahmu sendiri. Kamu akan jadi mudah tersandung atau terjatuh akibat benda-benda kotor berserakan di sekitarmu.

4. Membuatmu Jadi Emotional Eater
Penelitian di tahun 2017 menunjukkan bahwa orang cenderung akan makan secara berlebihan atau menjadi emotional eater ketika mereka tinggal di lingkungan yang berantakan. Sebabnya, aktivitas makan dipandang sebagai hal yang efektif untuk mengobati stress.

5. Menurunkan Kesehatan Mental
Hidup atau bekerja di lingkungan yang berantakan dan kacau bisa membuatmu merasa cepat lelah dan tidak bahagia. Tentu saja, hal ini akan menurunkan kesehatan mentalmu secara perlahan.

6. Membuat Komunikasi Jadi Sulit
Sebuah penelitian yang dilakukan di Cornell University tahun 2016 menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di lingkungan yang berantakan akan memiliki kesulitan dalam berkomunikasi. Sebab lingkungan yang berantakan akan membuat pikiran mereka teracak sehingga mereka kesulitan untuk mengungkapkan emosi dan perasaan mereka terhadap orang-orang di sekitar.

Sahabat dakwah, Ternyata rumah yang kotor dan berantakan bisa menurunkan kesehatan tubuh secara perlahan ya. Oleh karena itu mulai saat ini, segera buang sampah di rumah, rapikan barang-barang yang berantakan, dan tata ulang rumahmu dengan indah serta nyaman. Semoga menginspirasi dan bermanfaat


Sumber: merdeka.com

Seorang Suami Jangan Hanya Menjadi Komentator Ketika Dirumah, Tapi Pastikan Menjadi Teladan yang Baik

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Apa yang menjadi tugas seorang suami? Yaitu memimpin dan mengarahkan istri agar selalu dalam jalan yang di ridhoi Allah. Bukan hanya menjadi komentator ketika berada dirumah, keberadaannya harusnya menjadi suri teladan bagi istri dan anak-anaknya.



Maka dari itu, bila engkau melihat istrimu melakukan kesalahan jangan hanya pandai memprotes atau menyalahkannya, tetapi tegurlah dia baik-baik dengan bahasa yang bijak, dan beritahukanlah secara jelas apa saja yang harus dia perbaiki selanjutnya.

Jangan Hanya Pandai Menegur, Tetapi Pastikan Saat Menegur Engkau Juga Memberikan Pemahaman Yang Bijak

Ingat, sebesar apapun kesalahan yang diperbuat oleh pasanganmu (istri), engkau sebagai suaminya jangan hanya pandai menegur, apalagi menegurnya sama sekali tidak bijak atau menggunakan bahasa yang kasar, sungguh yang demikian membuktikan bahwa engkau adalah pemimpin yang tidak bijaksana.

Karena seharusnya yang engkau lakukan adalah menegurnya sembari memberinya pemahaman yang bijak, yaitu memberitahukan kesalahannya dengan bahasa yang sama sekali tidak menyakiti hatinya.

Jangan Hanya Pandai Memprotes, Tapi Pastikan Engkau Juga Memberinya Contoh Dengan Baik

Intinya, jangan hanya pandai memprotes, tetapi pastikan engkau juga memberinya contoh dengan baik. Karena pemimpin yang benar itu tak hanya pandai dalam meneriakkan suara, tetapi lebih kepada bertanggung jawab memberi arahan, mengajak, dan senantiasa mengajari dengan bijaksana.



Jangan Semena-mena Walau Benar Dirimu Seorang Pemimpin, Karena Pemimpin Yang Bijak Itu Adalah Mengarahkan Bukan Hanya Banyak Bicara

Dan jangan sampai engkau semena-mena walau benar dirimu seorang pemimpin, karena harusnya pemimin yang bijak itu adalah mengarahkan bukan hanya banyak bicara, apalagi sampai mencaci dengan kata-kata yang kasar. Jangan!

Sebab, tak sedikit dari laki-laki yang mena-mena dan sampai mengeluarkan kata tak pantas kepada istrinya, ketika dia mendapati istrinya melakukan kesalahan.

Berilah Istrimu Pemahaman Yang Jelas Sesuai Dengan Yang Telah Disyaria’atkan Allah Dalam Islam

Harusnya engkau sadar, istrimu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, maka saat engkau mengkasarinya walau hanya sebatas kata-kata, tentu hatinya akan mudah sekali patah.

Namun apa yang seharusnya engkau lakukan saat istrimu bersalah? Yaitu berilah dia pemahan yang jelas sesuai dengan yang telah disyari’atkan Allah dalam islam.

Karena Engkau Dipilih Memang Untuk Menjadi Pemimpinnya, Jadi Saat Dia Bersalah Maka Arahkanlah Dia Kejalan Yang Benar Dengan Penuh Kasih Sayang

Karena engkau dipilih memang untuk menjadi pemimpinya, maka usahakan dirimu benar-benar bertanggung jawab atas apa yang telah Allah amanahkan kepadamu.

Ingat ya para suamu, jangan hanya menjadi komentator, tapi pastikan engkau memberi contoh yang benar lagi bijak, agar engkau menjadi seorang laki-laki yang tetap dihormati oleh istrimu sampai kapanpun dan dimanapun engkau berada. Semoga menginspirasi dan bermanfaat


Sumber : humairoh.com

Begini Cara Menafkahi Istri Secara Lahir

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Semua wanita yang sudah bersuami wajib hukumnya untuk diberi nafkah oleh sang suami, baik dalam bentuk lahir maupun batin.



Yang biasanya sering menjadi sumber masalah dalam kehidupan rumah tangga adalah nafkah lahir yang tidak diberikan secara penuh oleh suami.

Sebetulnya, nafkah dalam bentuk lahir dari suami ke istri bisa diberikan dengan beragam cara, tergantung kebutuhan.

Apalagi pada saat ini uang tak harus berbentuk tunai, namun non tunai pun bisa. Ada beberapa model/bentuk pemberian nafkah lahir dari suami ke istri, yaitu:

1. Memberikan Seluruh Gajinya ke Istri Entah Itu Secara Tunai Maupun non Tunai (Transfer)

Model yang pertama yakni memberikan gaji suami seluruhnya kepada istri, baik dalam bentuk tunai maupun non tunai, sesuai dengan situasi pasangan tersebut.

2. Memberikan “Sisa” Uang Belanja Setelah Dikurangi Oleh Biaya Operasional

Sebenarnya cara ini hampir sama dengan yang pertama, namun disini yang membedakan adalah pengelolaannya. Di awal suami memiliki gaji, suami dan istri tersebut menghitung kebutuhan rumah tangga bersama-sama.

Setelah kebutuhan rumah tangga yang bersifat tetap terpenuhi, barulah sisa dari pemenuhan kebutuhan tetap itu diberikan kepada istri untuk dipakai memenuhi kebutuhan yang mendadak.

3. Suami dan Istri Memiliki Tugas Masing-masing

Dalam poin ini, suami dan istri sama-sama memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bentuknya pembagian tugas, beban rumah tangga tidak dipikul oleh salah seorang.

Misalkan suami memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan yang besar seperti bayar cicilan rumah, mobil dan lain sebagainya.

Sedangkan istri bertugas memenuhi kebutuhan yang kecil seperti (belanja kebutuhan pokok, membayar tagihan listrik dan lainnya)

4. Suami Memberi Uang Kepada Istri Harian Atau Mingguan (Bukan Bulanan) Berdasarkan Jumlah Pengeluaran

Poin yang terakhir ini mungkin sedikit sulit bagi para istri, karena disini suami yang mengatur semuanya. Istri hanya diberikan nafkah materi secara harian atau mingguan, dan itupun digunakan hanya untuk kebutuhan konsumsi. Kebutuhan yang sifatnya non konsumsi tetap oleh suami.

Setiap keluarga memang memiliki karakter dalam mengatur keuangan yang berbeda-beda. Dan tentu tidaklah bijak bila seorang istri membanding-bandingkan cara yang dipakai oleh tetangga atau kerabatnya dengan cara yang ia dan suaminya pakai.

Membanding-bandingkan hanya akan merusak hubungan harmonis yang terjadi antara suami dan istri.

Setiap cara memiliki kelebihannya dan kekurangannya masing-masing. Dan setiap rumah tangga juga memiliki kondisi yang berbeda.

Namun, ketika Allah menguji dengan memberikan suami yang tidak royal bahkan bisa dibilang perhitungan atau cenderung pelit, maka hal tersebut juga tetap patut disyukuri.

Bisa jadi hal tersebut adalah jalan agar sang istri semakin kreatif dalam mengasah talent-nya karena bisa saja talent sang istri bisa bermanfaat bagi banyak orang terutama kaum wanita.

Misalnya, karena suami yang super perhitungan sang istri memiliki inisiatif untuk membuka usaha rumahan. Ternyata, usaha rumahan tersebut maju pesat hingga bisa memperkerjakan banyak karyawan wanita.

Bisa juga untuk menjaga sang istri agar selalu bersikap zuhud. Bila sebelumnya gaya hidup istri sebelum menikah sangat konsumtif, maka bisa jadi gaya hidupnya berubah menjadi sewajarnya karena mendapatkan suami yang perhitungan.

Segala sesuatu memang selalu ada hikmah dan manfaatnya bila disikapi dengan baik dan positif. Semoga dapat menginspirasi dan bermanfaat


Sumber: ruangmuslimah.co

Sulit Menghafal Al-Quran, Mungkin Ini Penyebabnya

BagikanDakwah -  Sahabat dakwah Memiliki keinginan atau cita-cita untuk menjadi hafidz Al-Qur’an merupakan dambaan seorang muslim. Karena besarnya pahala yang didapat dan ada jaminan di akhirat kelak. Namun, dalam prosesnya pasti ada kesulitan karena menghafal Al-Qur’an bukanlah pekerjaan yang mudah bagi sebagian besar kita. Hal apa saja, sih yang membuat susah menghafal Al-Qur’an?



Yang paling menonjol dalam sulitnya menghafal Al-Qur’an adalah dosa dan maksiat. Dosa-dosa kita kepada Allah itulah yang menyebabkan kita lemah untuk menghafal. Dosa-dosa itu pulalah yang mendorong akal kita untuk mudah lupa dan menyebabkan ayat terbolak-balik.

Imam Syafi’i perah berkata,

شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي



“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ (guru) tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).

Padahal Imam Syafi’i sebenarnya orang yang hafalannya sungguh luar biasa. Diriwayatkan dari Imam Asy Syafi’i, ia berkata, “Aku telah menghafalkan Al Qur’an ketika berumur 7 tahun. Aku pun telah menghafal kitab Al Muwatho’ ketika berumur 10 tahun. Ketika berusia 15 tahun, aku pun sudah berfatwa.” (Thorh At Tatsrib, 1: 95-96).

Imam Syafi’i pun merenung, ia merenungkan keadaan dirinya. Beliau pun teringat bahwa pernah suatu saat beliau melihat seorang wanita tanpa sengaja yang sedang menaiki kendaraannya, lantas tersingkap pahanya. Beliau melihat kaki wanita yang tidak halal baginya, lantas beliau menyebut dirinya bermaksiat. Sehingga ia lupa terhadap apa yang telah ia hafalkan.

Nah sahabat dakwah coba kita bertanya kepada diri sendiri, Kenapa anak-anak kecil lebih mampu menghafal daripada orang dewasa? Apakah karena otaknya lebih bersih, masih terbebas dari banyak masalah dan kesedihan atau karena dosanya belum menumpuk? Kejernihan otak kadang memang memiliki peranan. Akan tetapi peran utama justru berasal dari jiwa yang belum terkotori maksiat dan belum tertumpuk dosa.

Sahabat dakwah jika kita bersungguh-sungguh dalam menghafal Al-Qur’an, kita harus membuktikannya dengan 3 cara, yaitu:

1. Luangkanlah waktu khusus dengan Al-Qur’an. Cukup dengan 30 menit selesai subuh dan maghrib selama itu efektif dan bisa istiqamah.

2. Berusahalah untuk membersihkan tempat bersemayamnya Al-Qur’an, yaitu hati kita. Bersihkanlah hati kita dari noda dan dosa, sekecil apapun itu.

3. Carilah guru yang kepadanya kita dapat berkonsultasi dan menyetorkan hafalan Al-Qur’an kita.

Nah sahabat dakwah itulah penjelasan mengenai bagaimana cara agar bisa menghafal al-quran. InsyaAllah dengan 3 cara tersebut, Allah akan memudahkan kita untuk mengafal Al-Qur’an yang mulia ini. Semoga dengan hafalan-hafalan ini, Allah dapat memberikan kita semua syafa’at di hari akhir nanti. Aamiin. Semoga bermanfaat.

Ummi-online

Inilah 5 Alasan Suami Tidak Betah di Rumah

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Banyak suami yang selalu mencari alasan untuk keluar rumah atau pulang terlambat. Apakah salah satunya pasangan Anda? Hanya ada satu alasan mengapa suami tak betah di rumah, ia tak ingin ribut dengan istrinya.



Banyak wanita tak sadar jika sikapnya seringkali membuat pria tak betah di rumah. Mulai dari tutur bicara, sikapnya yang ingin tahu sampai selalu mengintip ponsel suami.

Melansir Allwomenstalk, Senin (24/7/2017), berikut ini adalah beberapa penyebab mengapa suami tak betah di rumah.

1. Istri Selalu Ingin Dimengerti
Ini menjadi sifat yang melekat dalam diri wanita, selalu ingin dimengerti. Ada saat di mana pria bisa memakluminya, namun ada kalanya hal ini membuat pria tak nyaman.

Apalagi ketika mereka merasa lelah dan banyak pikiran. Kondisi ini yang seringkali membuat pria ingin keluar rumah dan kumpul bersama teman-teman.

2. Tuntutan
Hal ini banyak terjadi pada wanita yang menjadi ibu rumah tangga. Tak memiliki penghasilan sendiri membuat mereka seringkali terkesan menuntut banyak hal.

Mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga keperluan pribadi. Tak hanya itu terkadang mereka juga seringkali menuntut untuk makan di luar seperti yang suaminya nikmati bersama sahabatnya.

3. Pertanyaan Tak Penting
Kepercayaan sangatlah penting. Ketika seorang wanita melontarkan pertanyaan yang mengarah pada rasa curiga, banyak pria lebih memilih untuk menghindar. Tujuannya adalah untuk menghindari pertengkaran.

Telepon berdering, mereka akan bertanya siapa yang menghubungi mau pria atau wanita pertanyaan mereka akan terus berlanjut. Apa keperluannya, kenapa orang tersebut menelpon suaminya dan banyak lagi.

Agar ini tidak terjadi, pastikan komunikasi Anda berdua selalu terbuka dan lancar. Ketika istri bertanya, jawab sampai tuntas. Menjawab setengah-setengah hanya akan semakin menyalakan kecurigaan istri.

4. Pekerjaan Rumah Tangga
Lelah pulang kantor, masih saja banyak wanita yang memberikan pekerjaan rumah tangga pada suaminya. Biasanya ini terjadi karena tak ada asisten rumah tangga.

Tak ada salahnya jika sebagai wanita mengerjakan hal tersebut di hari kerja. Istri dapat meminta suami ketika ia sedang libur dan santai. Kecuali tentunya, kalau Anda berdua sama-sama bekerja. Pekerjaan rumah tangga harus dibagi rata.

5. Tak Peduli Dengan Penampilan
Banyak wanita merasa hanya perlu berdandan ketika keluar rumah. Ini adalah salah besar. Suami juga butuh pemandangan yang indah di dalam rumah, bukan istri yang selalu menggunakan daster setiap saat.

Cobalah untuk tampil seperti saat masih berpacaran. Memberikan penampilan yang terbaik. Dan tak ada salahnya meminta hal yang sama dari suami. Semoga tulisan ini menjadi bahan renungan buat istri.


Sumber: liputan6.com

Benarkah Ridho Allah Setelah Ridho Suami ?

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa “Ridha Allah berada setelah ridha orangtua.” Artinya, ridha orangtua itu di atas ridha Allah. Ini sebabnya seorang wanita tidak boleh menikah sesuka hatinya tanpa persetujuan orangtuanya. Jika dipaksakan, akan banyak halangan merintang.



Namun, setelah seorang perempuan menikah, ridha suami justru berada di atas ridha orangtua. Bahkan, Allah baru akan ridha kepada seorang perempuan jika suaminya sudah ridha. Di sini Allah hendak menunjukkan maqam suami di atas maqam istri, meski dalam tindakan sosial tiada berbeda antara seorang lelaki dan perempuan.

Seorang perempuan yang tidak mendapatkan ridha suami, niscaya tak diterima ibadahnya. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa seorang perempuan yang tidak mendapatkan ridha suami, ia tidak akan mendapatkan syurga Allah swt.

Sebaliknya, perempuan yang selalu mengharapkan ridha suami sama dengan mengharapkan ridha Allah. Tentu saja balasannya adalah syurga.

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab ‘Tentu saja wahai Rasulullaah.’ Nabi berkata: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata, ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabrani dalam)

Hadis di atas mengingatkan para istri agar selalu mengharap ridha suami sebelum ia tidur. Seorang istri yang paham betul bahwa ridha suami akan mengantarkannya ke syurga Allah, pastilah ia akan selalu berusaha menyejukkan hati suaminya. Terlebih lagi, lidah istri adalah sembilu bagi hati suami.

Untuk diketahui, malaikat pun akan melaknat istri yang durhaka kepada suami. Rasulullaah saw. bersabda, وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan terhadapnya), maka penghuni langit murka kepadanya hingga suaminya ridha kepadanya.” (HR. Bukhari no. 5194 dan Muslim no.1436).

Maksud frasa “penghuni langit” adalah malaikat dan segala isi langit. Begitu tingginya maqam seorang suami bagi istri. Apabila suami murka, bisa mengakibatkan tertolaknya salat yang dilakukan oleh sang istri. Perhatikan hadis berikut ini.

“Ada tiga kelompok yang salatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah). Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya, istri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan).” (HR. Ibnu Majah).

Dengan demikian, penting sekali mendapatkan ridha suami sebelum seorang istri memejamkan matanya. Tidurnya seorang istri sebelum meminta ridha suami, tidak akan jadi ibadah, meskipun ia sudah membaca doa sebelum tidur.

Pentingnya ridha suami juga dipertegas dalam hadis-hadis lain. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ibadah sunnah sekali pun tidak akan ada pahalanya dikerjakan seorang istri jika tidak minta ridha suami.

“Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada, kecuali dengan seizinnya. Dan tidak halal memberi izin (kepada orang lain untuk masuk) ke rumahnya kecuali dengan seizin suaminya.” (HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026).

Rasulullah pernah bersabda: لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan menyuruh seorang wanita sujud kepada suaminya.” (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, di shahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghalil (VII/54).

Hadis ini sangat tegas menyatakan maqam suami. Namun demikian, suami tetaplah manusia. bukan malaikat. Tidak ada kepatutan mengimami suami yang durhaka di jalan Allah swt.

Tidak pula ada suatu alasan ketaatan kepada suami atas nama kemaksiatan. Misalkan saja rumah tangga dalam keadaan terhimpit ekonomi. Lalu sang suami meminta istri menjual diri. Dalam hal ini, istri berhak untuk tidak taat kepada suaminya.

 “Tidak ada kewajiban taat jika diperintahkan untuk durhaka kepada Allah. Kewajiban taat hanya ada dalam kebajikan.” (HR Ahmad).

Dalam hal ini, ada anjuran kepada para istri agar tetap menasihati suami. Karena lidah perempuan adalah sembilu bagi seorang lelaki, hendaknya seorang istri menasihati suami dengan suara lemah lembut, kata-kata yang sopan.

Hindari menasihati suami dalam keadaan emosi. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata mencela apalagi memaki suami. Kata-kata makian bisa membuat suami sakit hati. Saat itu pula, ridha suami akan hilang untuk si istri.

Setiap istri harus selalu mengingat hadis Rasulullah saw. yang menyatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu dari golongan perempuan. Maka, jagalah lidah, terutama untuk hati suami.

“Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali. Aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Sahabat bertanya: ‘Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Karena kekufuran mereka.’ Kemudian sahabat bertanya lagi: ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab: ‘Mereka kufur terhadap suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikit pun kebaikan pada dirimu.’” (HR. Bukhari, dari Ibnu Abbas ra.)

Perhatikan petikan terakhir hadis di atas. Janganlah sekali-kali seorang istri suka melihat kekurangan suami. Apalagi, sampai mengucapkan kata-kata “menyesal aku menikah dengan kamu.” Sekali kalimat itu dikeluarkan seorang istri, seisi langit dan bumi berguncang, mengutuk si istri. Na’uzubillah…

 “Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti dia tidak bersyukur kepada Allah”. (H.R. Abu Daud, disahihkan oleh Al-Albani). 

Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bahwa patuh kepada Suami adalah kewajiban. Semoga bermanfaat


Sumber: lidahtinta.wordpress.com