Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan

Inilah Sholat Sunnah Empat Puluh Ribu Rakaat

Baginakandakwah – Sahabat dakwah, Al-kisah pada suatu hari di kota Baghdad, Sumnun menyaksikan seseorang yang mendermakan empat puluh ribu dirhamnya kepada kaum fakir. Sumnun pun berkata kepada Abû Ahmad:



“Hai Abû Ahmad, perhatikanlah, berapa banyak uang yang telah ia dermakan, betapa banyak amal saleh yang telah ia kerjakan?

Sedangkan kita tidak punya apa-apa untuk didermakan. Mari kita pergi ke suatu tempat untuk melakukan shalat sunah sejumlah dirham yang telah ia dermakan.”

Keduanya lantas melakukan perjalanan ke berbagai kota dan selama perjalanan mereka terus memperbanyak shalat sunnah, di setiap kota yang mereka kunjungi hingga mereka mampu melakukan shalat sunah empat puluh ribu rakaat.

Hikmah Dibalik Kisah

Kaum sholihin terdahulu haus akan akhirat. Mereka senantiasa berlomba-lomba untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allâh. Mereka tidak mau kalah.

Karena itulah, dalam kisah di atas kita melihat bagaimana Syeikh Sumnûn berjuang untuk melakukan shalat sunah sebanyak itu hanya karena tidak mau kalah dengan seseorang yang mendermakan empat puluh ribu dirhamnya.

Dalam sebuah Hadis, Rasûlullâh saw bersabda:

خَصْلَتَانِ مَنْ كَانَتَا فِيْهِ كَتَبَهُ اللهُ شَاكِراً صَابِراً، وَمَنْ لَمْ تَكُوْنَا فِيهِ لَمْ يَكتُبْهُ اللهُ شَاكِراً وَلاَ صَابِراً: مَنْ نَظَرَ فِيْ دِيْنِهِ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فَاقْتَدَى بِهِ، وَمَنْ نَظَرَ فِيْ دُنْيَاهُ إِلَى مَنْ هُوَ دُونَهُ فَحَمِدَ اللهَ عَلَى مَا فَضَّلَهُ بِهِ عَلَيْهِ، كَتَبَهُ الله شَاكِراً وَصَابِراً، وَمَنْ نَظَرَ فِيْ دِيْنِهِ إِلَى مَنْ هُوَ دُوْنَهُ وَنَظَرَ فِيْ دُنْيَاهُ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فَأَسِفَ عَلَى مَا فَاتَهُ مِنْهُ، لمْ يَكْتُبْهُ اللهُ شَاكِراً وَلاَ صَابِراً

“Ada dua hal, barang siapa memiliki keduanya, maka Allâh mencatatnya sebagai seorang yang bersyukur dan bersabar, dan barang siapa tidak memiliki kedua hal tersebut, maka Allâh tidak akan mencatatnya sebagai seorang yang bersyukur dan tidak pula bersabar. Barang siapa dalam urusan Agamanya memandang kepada yang lebih tinggi (mulia, hebat) darinya dan kemudian meneladaninya, dan dalam urusan dunianya ia memandang kepada orang yang lebih rendah (susah) darinya, dan kemudian memuji Allâh yang telah memberinya keutamaan di atas orang tersebut, maka Allâh mencatatnya sebagai seorang yang bersyukur dan bersabar. Adapun seseorang yang dalam uirusan Agamanya melihat kepada orang yang lebih rendah (buruk) darinya, dan dalam urusan dunianya melihat kepada yang lebih tinggi (kaya,sukses) darinya, kemudian ia menyesal tidak mendapatkan apa yang didapatkan orang tersebut, maka Allâh tidak akan mencatatnya sebagai seorang yang bersyukur dan bersabar.” (HR Tirmidzi)
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah diatas,

Oleh: Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus

Kisah Dikuti dari kitab Ar-Risâlatul Qusyairiyyah, karya ‘Abdul Karîm bin Hawâzin Al-Qusairiy, Dârul Khair, hal.407.


Sumber: addictions234.blogspot.co.id

Sebelum Menjemput Rezeki, Sudahkah Kau Raih Ridho Orang Tuamu?

Bagikandakwah – Ada mungkin pernah mendengar kata “ Jadikan orangtua layaknya Raja maka rezekimu akan juga seperti Raja “ memang benar salahsatu perbuatan yang bisa melancarkan rezeki yakni dengan berbakti kepada orangtua. Nah sahabat dakwah, Sebelum Menjemput Rezeki, Sudahkah Kau Raih Ridho Orang Tuamu?



Krisis moneter mengguncang tanah air dengan begitu hebatnya. Ayah bekerja serabutan, ibu membuka warung kecil-kecilan. Bisa di bayangkan  betapa “Negpas”-nya ekonomi keluarga kami.

Karena itulah, mau tidak mau kami harus legowo dengan kenyataan bahwa saya tak bisa melanjutkan kuliah. Seorang teman mengajak saya untuk melamar pekerjaan.

Bermodal nekat, kamipun berangkat. Bahkan, saya tak sempat meminta izin kepada orang tua. Toh, inikan hanya coba coba. Singkat cerita, saya diterima. Ternyata, saya bekerja di bidang multi level marketing. Ini hal yang amat baru bagi saya. Tiap hari, kami harus menjajakan produk dengan cara berkeliling.

Jika dalam sehari kami tidak berjualan, maka kami tidak mendapat gaji sepeserpun. Walau begitu berat, saya tetap bertahan dengan profesi ini dan melabuhkan harapan agar bisa meraih sukses sebagaimana yang di sampaikan para petinggi MLM itu.

Hingga suatu hari, saya memutuskan untuk pindah ke kantor pusat MLM di jakarta. Kedua orang tau menentang keputusan itu. Mereka tidak tega membiarkan saya hidup sendiri di kota besar. Dasar nekad, saya terus mempersuasi kedua orang tua.

Saya lancarkan segala argumentasi agar beliau berdua bisa mengizinkan saya hidup di belantara ibu kota. Dengan berat hati, ayah-ibu mengizinkan saya. Walaupun, saya tahu persis, di lubuk hati mereka yang paling dalam, sebenarnya mereka sama sekali tidak ridho.

Hari-hari pertama di jakarta, saya begitu bersemangat. Rasanya begitu bebas. I feel free…! kota yang begitu megah, kosmopolitan. Segala kemewahan hidup tersaji disini.

Namun, ketika memasuki hitungan bulan, saya mulai merasakan kerasnya hidup di kota besar yang penuh persaingan. Belum lagi biaya hidup, kos, transport dan harga makanan yang selangit.

Ada kalanya, dua sampai tiga hari saya tidak makan. Karena tidak ada sepeserpun uang yang bisa saya pakai untuk membeli makanan. Saya bahkan pernah menyusuri jalan demi mengais uang yang barangkali terjatuh.

Sore itu, dengan perut perih melilit menahan lapar, saya berjalan menuju kos dengan hati yang begitu pedih. Tidak ada satu barang daganganpun yang terjual. Sempat terpikir untuk meminta duit entah pada siapa, sekedar untuk ongkos pulang.

Tapi, saya sadar, islam melarang umatnya meminta-minta. Saya memohon kepada Allah, agar ada beberapa rupiah yang bisa kami gunakan.

Mendadak di depan saya ada koin lima puluh rupiah dengan jumlah cukup banyak. Sambil menahan malu, saya coba ambil koin-koin tersebut. Ternyata koin-koin itu sudah melekat di aspal. Saya cungkil berkali-kali, tidak berhasil. Astaghfirullahal ‘adzim…

Dengan menahan air mata yang nyaris tumpah, saya menuju rumah kos. Sampai di kamar, saya termenung. Apa salah saya, sehingga mengalami kesulitan hidup seperti ini ? apa dosa-dosa yang saya lakukan, sehingga hidup saya laksana bentangan jalan yang terjal dan berliku? Di tengah hati yang menggerimis, terputarlah fragmen-fragmen hidup saya delapan bulan terkahir.

Ya, semua ini bermula dari absennya ridho orang tua. Guru agama saya pernah berpesan, bahwa ridha Allah ada pada ridho orang tua. Maka jika orang tua tidak ridho, Allah takkan pernah memberkahi hidup kita.

Bukan hanya itu, saya kerap didera rasa bersalah setiap kali berhasil menjual suatu produk. Perusahaan MLM mengharuskan kami menjual produk dengan cara meyakinkan costomer bahwa produk kami berkualitas terbaik serta berharga murah.

Dengan gaya ala seles profesional, saya “membujuk” konsumen. Yang penting produk saya laku. Yang penting saya dapat duit. Yang penting, saya bisa makan. Padahal, duit, makanan dan semua yang pernah saya dapatkan berasal dari jalan menipu orang lain. Astaghfirullahal ‘adzim…

Kendati kerap diterpa kemalangan bertubi-tubi, ada kalanya saya mendapatkan jalan keluar dari arah yang tak disangka. Pertolongan Allah selalu datang pada saya. Sifat Rahman dan Rahiim-Nya memang membuat saya bergelimang syukur.

Suatu ketika, seorang bapak (yang sama sekali tidak saya kenal) memberi ongkos untuk naik bajaj. Beliau merasa iba tatkala tahu bahwa saya tak punya uang untuk ongkos pulang.

Awalnya saya tolak pemberian beliau. Tapi, bapak yang beranjak sepuh itu berkata, “Saya juga punya anak yang sedang merantau. Saya hanya berharap kelak ada yang membantunya saat dia kesulitan”

Masya Allah. Berdesir hati saya. Sepanjang perjalanan pulang, air mata saya menetes tiadak henti. Ucapan bapak tadi membuat saya teringat akan ketulusan hati ayah. Beberapa tahun lalu, ayah pernah mengatakan hal serupa tatkala membantu orang yang kesulitan. Saya rindu ayah dan ibu. Saya ingin pulang.

Lagi-lagi, Allah maha mendengar rintihan hamba-Nya. Dalam doa yang saya langitkan, sungguh, saya sangat rindu ayah dan ibu. Tiada habis rasa sesal, karena saya nekad berbuat hal yang sebenarnya tidak beliau ridhoi.

Subhanallah.. maha suci Allah, beberapa pekan kemudian, ayah menjemput saya ke jakarta. Rindu saya terjawab. Sosok ayah tampak begiru tenang. Tak ada raut amarah di wajah beliau. Padahal, sebelumnya, ayah cukup keras menentang kepergian saya ke jakarta. Beliau meneteskan air mata saat melihat saya. Dengan suara bergetar, beliau berkata, “Ayo kita pulang nak…”

Sepanjang perjalanan menuju surabaya, saya tidur dengan bersandar pada tubuh ayah. Antara rindu yang begitu memuncak dipadu rasa bersalah. Belakangan saya tahu, bahwa beliau berangkat ke jakarta dengan uang hasil ganti rugi warung kami yang terkena gusur. Makin bertambah rasa bersalah saya saat itu, terlebih ketika ibu sempat tidak mengenali saya, karena saya terlihat kurus dan kumal.

Ayah, ibu, maafkan anakmu ini. Betapa ridho orang tua sangat penting bagi kita. Mulai detik ini, saya tak akan melakukan apapun, atau pergi kemanapun, apabila ridho ayah dan ibu belum saya kantongi. Terima kasih sudah menjadi orang tua terbaik  bagi kami.
semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah diatas


Begini Cara Berantas Korupsi Ala Abu Bakar Ash-Shiddiq

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Dizaman sekarang korupsi semakin Merajalela yang seharusnya diberantas. Korupsi jelas merupakan perbuatan yang jelas tercela dan merugikan banyak orang. Meskipun demikian, masih ada saja oknum yang dengan sengaja melakukannya hanya demi mendapatkan keuntungan pribadi.



Banyak orang yang tergiur dengan harta yang diperoleh dari hasil korupsi. Ditambah lagi hukuman bagi koruptor di negeri ini masih dirasa sangat rendah dibanding kejahatan lainnya. Untuk itu, butuh suatu cara ampuh agar korupsi dapat diberantas.

Ternyata, di zaman sahabat yakni Abu Bakar ash-Shiddiq cara pemberantasan korupsi ini sudah pernah dilakukan, bahkan dimulai dari diri beliau sendiri yang kala itu menjadi pemimpin. Lantas bagaimanakah cara Abu Bakar memberantas korupsi? Berikut informasi selengkapnya.

Abu Bakar ash-Shiddiq merupakan sahabat yang menjadi khalifah pertama setelah wafatnya Rasulullah SAW. Beliau termasuk dalam orang yang pertama kali memeluk agama Islam atau lebih dikenal dengan as-sabiqun al-awwalun.

Beliau adalah sahabat yang senantiasa menemani Rasulullah SAW semasa hidupnya, bahkan ikut bersama Rasul ketika hijrah. Salah satu jasa terbesarnya ketika menjadi khalifah ialah memerangi orang-orang yang murtad.

Semasa kepemimpinannya, beliau dikenal sebagai sosok yang lemah lembut namun berpendirian kokoh untuk memerangi orang yang murtad. Namun ternyata Allah berkehendak lain, belum genap 36 bulan wafatnya Rasulullah SAW umat islam harus kembali menerima kenyataan bahwa Abu Bakar menghadap sang Pencipta.

Namun ternyata, menjelang kematiannya beliau sempat berpesan kepada anaknya yang tidak lain merupakan istri Rasulullah SAW yakni Ummul Mukminin ‘Aisyah. Dirinya berkata “Tolong periksa seluruh hartaku setelah aku mati. Jika ada pertambahan harta, tolong kembalikan kepada negara melalui Khalifah yang diangkat setelahku.”

Mendengar wasiat tersebut memubuat Aisyah menangis, bagaimana tidak belum tuntas kesedihan ditinggal oleh suami tercinta, ia juga harus siap untuk kembali kehilangan sosok ayah yang amat disayanginya tersebut.

Namun wasiat tetaplah wasiat, tidak lama setelah selesai urusan terkait jenazah, Aisyah segera melakukan perhitungan. Ia mulai meneliti semua kekayaan ayahnya, maka didapatilah kelebihan harta dari ayahnya tersebut.

Setelah itu, Aisyah mendatangi Khalifah Umar bin Khattab dengan membawa seorang hamba sahaya dan juga seekor unta. Setelah berbincang mengenai maksud dan tujuan putri Abu Bakar tersebut mendatanginya, membuat pria yang terkenal kuat ini tak kuasa menahan air mata, ia pun menangis.

“Allah Ta’ala merahmati Abu Bakar ash-Shiddiq,” ujar Umar bin Khaththab setelah mendengar penjelasan ‘Aisyah dan menerima unta serta budak sahaya itu, “ia telah menyusahkan orang-orang setelahnya.”

“Unta ini,” terang ‘Aisyah, “digunakan untuk menyirami kebun. Sedangkan budak ini dibeli oleh Ayah, tanpa dipekerjakan. Hanya agar dia nyaman menggendong anaknya yang masih kecil.”

Itulah sepenggal kisah mengenai cara Abu Bakar ash-Siddiq memberantas korupsi. Padahal sebagai pemimpin sekaligus saudagar cerdas tentu saja kemungkinan untuk bertambahnya harta sangatlah besar. Namun ternyata beliau mengembalikan selisih harta setelah memimpin dan sebelum menjadi pemimpin. Sungguh teladan yang amat baik bagi seluruh pimpinan di dunia ini. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah diatas. Semoga bermanfaat


Sumber : infoyunik.com

Antara “Cari Duit” Sama “Jaga Anak”, Pilih Mana? 1 Kata Pengusaha Sukses Ini Membangunkan Jutaan Orang Tua

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Pilih bawa anak atau pilih kerja? Banyak ibu, mama muda, atau calon mama pusing dengan pilihan ini. Dan kebanyakan lagi mereka lenih memilih berkarir daripada menjadi ibu rumahtangga full dan dapat mendidik anaknya dengan baik



3 tahun pertama memang sebaiknya dibawa sendiri karena masih terlalu kecil, namun dengan begitu pekerjaan pasti terkorbankan. Kalau kasih ke orang lain urus, takutnya anak jadi gak deket sama kita. Kalau dihadapkan dengan kondisi seperti ini, apa pilihanmu?

“Seberapa besar keberhasilan orang tua tidak bisa dibandingkan dengan keberhasilannya dalam mendidik anak!”

Mungkin kita merasa perlu bekerja keras demi memberi anak kita kehidupan yang lebih baik, tapi mungkin yang benar-benar dibutuhkan anak adalah ‘Anda ada untuknya’.

Apalagi mendidik anak tidak ada kata ‘nanti’, nanti sudah besar sulit untuk berubah, karena itu apa-apa harus ditanamkan sejak kecil. Semua anak terlahir sama. Namun, mengapa ada sebagian anak tumbuh besar menjadi baik, sebagian lagi menjadi rusak?

“Pendidikan orang tua” adalah kuncinya! Tidak peduli berapa banyak uang yang didapat, seberapa majunya usaha, kalau pendidikan anak tidak tepat, pasti akan datang penyesalan di masa depan.

Meski kita tidak usah menghabiskan seluruh waktu kita untuk mendidik anak, namun kita tidak boleh menelantarkan pendidikan anak hanya karena sibuk cari duit! (Disinilah mengapa orang tua yang kaya sukses, rata-rata anaknya rusak)

Pada masa anak-anak, mereka sangat mudah untuk ‘dibentuk’. Mereka seperti sumber air, aktif dan tak terkendali, namun sekali diarahkan, Anda bisa mengubah arusnya. Di luar sana, mengapa ada orang berguna, mengapa ada orang membuat perubahan, disitulah peran pendidikan.

Anak lahir ke dunia ini tidak bisa memilih orang tua mereka. Orang tualah yang melahirkan mereka ke dunia. Karena itu, selagi masih kecil, berikan pendidikan yang baik, cukup Anda sebagai orang tuanya menemani, itu adalah tanggung jawab yang paling penting. Ada orang bilang:

Anak itu seperti sebidang tanah,
Ditabur benih pemikiran akan memanen tindakan,
Ditabur benih tindakan akan memanen kebiasaan,
Ditabur benih kebiasaan akan memanen karakter,
Ditabur benih karakter akan memanen nasib!

Di Inggris ada satu keluarga yang semuanya keturunan profesor. Mulai dari kakek moyang adalah seorang filusuf terpelajar yang rajin dan tekun.

Cucunya ada 13 yang jadi kepala universitas, 100 yang jadi profesor, 80 jadi penulis, 60 lebih jadi dokter, 1 jadi duta besar, dan 20 lagi anggota parlemen.

Masih juga di Inggris, ada satu keluarga yang beda tapi sama. Mulai dari kakek moyangnya yang seorang penjudi dan pemabuk terkenal.

Akhirnya sebanyak 8 generasi keturunan keluarga tersebut, 300nya menjadi pengemis dan gelandangan, lebih dari 400 kecanduan alkohol kemudian cacat atau meninggal, 60 lebih jadi penipu dan pencuri, 7nya jadi pembunuh, satu keluarga tidak ada yang beres.

Anak kelak jadi orang seperti apa, semua tergantung pada pendidikan orang tua pada tahap awal pertumbuhan.

Anak adalah bayang-bayang orang tua, replika orang tua. Untuk membentuk karakter baik pada anak, orang tua harus menjadi contoh dan panutan yang baik. Baik buruknya perilaku anak adalah hasil ajaran orang tua.

Nasib anak berada di tangan orang tua. Kalau orang tua bisa menuntut diri sendiri untuk menjadi contoh yang baik bagi anak, berusaha membangun karakternya, secara aktif mengembangkan prospek masa depannya, itulah keberhasilan terbesar orang tua.

Keberhasilan karir tidak sepadan dengan keberhasilan dalam mendidik anak-anak menjadi orang hebat.

Selagi masih muda, jangan menganggap enteng pendidikan anak dengan alasan sibuk, karena di masa tua nanti, seberapa kaya atau berkuasa Anda, membesarkan anak yang gagal akan membuat Anda menyesal, tapi membesarkan anak yang sukses dan berbakti akan membuat Anda benar-benar bahagia! Semoga tulisan ini dapat bermanfaat


Sumber: cerpen.co.id

Kisah Sanim, Tukang Becak Tak Tamat SD yang Kini Punya Puluhan Mobil Mewah dan 2 Pabrik

Bagikandakwah – Sahabat dsakwah, Sukses tidaknya seseorang memang kadang tidak dipengaruhi seberapa tinggi jenjang pendidikan atau jabatan. Realitanya, banyak orang yang sukses di dunia tanpa memiliki gelar ataupun status sosial yang tinggi. Seperti halnya kisah dibawah ini



Misalnya saja Bill Gates yang pernah di-DO sekolahnya  atau Bob Sadino yang pernah menjadi pedagang kaki lima. Kesuksesan lebih ditekankan pada kemauan keras seseorang untuk mengubah nasib.

Begitu pula yang terjadi pada tukang becak di Cirebon ini. Lantaran ingin mengubah nasib dan membahagiakan keluarga, dia mencoba berbagai cara agar menjadi kaya dan sukses.

Alhasil kini dengan usahanya itu, dia memiliki laba ratusan juta dan puluhan mobil pribadi. Bagaimana kisah suksesnya? Simak ulasan berikut.

Bahkan Hampir Tak Tamat SD dan Hanya Seorang Becak

Sanim, sama dengan para tukang becak lainnya, setiap pagi dia mencari nafkah dengan mangkal di sekitar area pabrik gula Cirebon.

Sanim bukanlah orang yang berpendidikan, dia hanya sekolah sampai SD saja, itupun cuma tidak selesai kelas 4. Akhirnya setelah bingung mau bekerja apa, Sanim memilih untuk bekerja sebagai tukang becak hingga dua tahun.

Setiap pagi hingga sore pria ini, Sayangnya kadang penghasilan dari membecak ini seringnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja.

Sehingga Sanim mesti memutar otak untuk mendapatkan tambahan uang. Bahkan tidak jarang jika Sanim harus berhutang pada tetangga dan keluarga karena hasil yang didapatkan sangat sedikit.

Bekerja Menjadi Buruh Pabrik Garam

Bersama teman-teman tukang becaknya, Sanim mendaftar sebagai buruh sebuah pabrik yang waktu itu melakukan lowongan besar-besaran.

Meskipun tanpa pengalaman dan pengetahuan, dia berharap bisa lebih meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan menjadi pegawai pabrik. Meskpun nantinya mungkin dia hanya bisa menjadi kuli angkut pabrik.

Tapi bagi Sanim itu lumayan ketimbang harus membecak karena sekarang sudah sangat jarang ada penumpangnya.

Ternyata benarlah apa yang dipikirkan Sanim, lambat laun keuangan keluarganya mulai membaik ketimbang saat membecak dulu. Namun sayang dia tidak melanjutkan lama bekerja di sana karena lebih memilih membuka usaha sendiri.

Membuka Usaha Garam dan Sering Ditolak Pinjaman
Setelah dua bulan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik garam, Sanim memutuskan untuk keluar. Sangat singkat memang, tapi keputusan yang Sanim ambil ini memang berdasarkan alasan yang kuat.

Dia sadar potensi bisnis garam ini bisa lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar tersebut lah pria itu memutuskan untuk membuka garam sendiri. Bersama istrinya dia mendirikan produksi garam di sekitar areal rumah, lambat laun usahnya semakin berkembang saja.

 Namun Sanim sempat terkendala masalah modal yang entah tidak tahu harus cari di mana. Akhirnya dia memutuskan untuk meminjam di bank.

Tapi yang ada malah ditolak karena keadaan tempat produksinya yang masih bilik dinilai tidak akan profit. Beruntung masih ada bank yang mau meminjamkan uangnya sehingga usahanya masih bisa maju.

Keuntungan 400 Juta per Bulan Dengan Dua Pabrik
Siapa sangka ternyata usaha keras mantan tukang becak itu membuahkan hasil yang luar biasa. Konon laba dari pabrik garam Sanim bisa sampai 400 juta perbulan, belum lagi kalau sedang naik harga, bisa sampai nominal setengah milyar lebih.

Sanim sudah memiliki 2 pabrik besar sebagai tempat industri garamnya, dalam satu hari ada lebih dari 6 truk besar yang siap mengangkut garam milik Sanim.

Sudah ratusan orang bekerja padanya, selain itu dia juga memiliki 10 mobil berkat hasil dari produksi garam buatannya.

Kisah Sanim ini seharusnya memberikan motivasi pada diri kita. Seorang tukang becak ternyata juga memiliki kesempatan sukses sama dengan para sarjana.

Semua tergantung kemampuan keras pada diri sendiri, apakah mau seperti ini saja atau menjadi lebih baik dari sebelumnya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan inspirasi dari kisah diatas


Kisah Nyata Yang Menggetar : Jenazah Ini Diikuti Ribuan Kucing, Ternyata Ini yang Dilakukan Almarhum Semasa Hidupnya

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya" (HR Muslim no 2878), Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ"Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu" (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 2/859)




Terjadi beberapa waktu yang silam saat itu saya masih di Tarim, Hadramaut. Tinggal beberapa lama di kota Syihir wilayah Mukalla disitu ada seorang wanita tua wafat, satu hari saya melihat jenazah diusung.

Tapi ada 1 hal yang ganjil. Apa yang ganjil? Saat jenazahnya diusung, banyak orang yang mengusungnya serta ratusan ekor kucing ikut mengantarkan jenazah.

Ini ganjil, saya fikir ada jenazah diikuti ratusan ekor kucing serta baru ini saya melihatnya. Saat saya bertanya– tanya, kenapa ini?

Mereka memuji wanita tua yang wafat itu alaiha rahmatullah. Di saat hidupnya nafkahnya dicukupi oleh anak – anaknya, kerjanya tiap pagi masuk ke pasar mengambil sisa kepala – kepala ikan yang terbuang dan ditaruh di satu gerobak serta ia melemparnya pada semua kucing yang ada di jalanan.

Bertahun – th. itu terjadi sampai setiap pagi, ratusan kucing telah berjajar di jalanan menunggu sisi yang diberikan dari wanita tua itu. Saat ia wafat, ratusan ekor kucing itu mengantarkan jenazahnya. Berhari–hari puluhan ekor kucing tak meninggalkan kuburnya.

Demikian hadirin – hadirat, Allah SWT. Jadikan Ibrah (contoh) kalau setiap hewan itu mempunyai perasaan terima kasih pada yang memberinya.

Bagaimana sahabat dakwah yang selalu diberi oleh Allah SWT, adakah perasaan terima kasih terlintas untuk selalu berbakti pada Allah. Subhanallah…

Dokter Asal Mesir Ini Ungkap Rahasia Didalam Al-Qur’an yang Bisa Kembalikan Penglihatan 99%

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Salah satu anugerah yang Allah berikan kepada umat manusia adalahpenglihatan. Dengan adanya mata, menjadikan keindahan dunia ini bisa terlihat dengan jelas. Bersyukurlah Selalu …



Maka sudah sepantasnya jika kita senantiasa mensyukuri dan berusaha menjaga kenikmatan yang Allah beri tersebut. Namun seiring berjalannya usia, maka fungsi penglihatan pun menjadi menurun.

Bahkan tidak jarang banyak anak­anak yang terpaksa harus menggunakan kaca mata sejak kecil lantaran mengalami gangguan penglihatan seperti karena sering melihat gadget, membaca buku dengan pencahayaan yang kurang ataupun sering menonton televisi

Banyak yang berkesimpulan bahwa penurunan fungsi tersebut sangat sulit terobati dan membutuhkan waktu yang panjang. Akan tetapi dalam jangka waktu dekat ini sebuah perusahaan farmasi yang berada di Swiss merencanakan membuat obat mata yang disebut ‘Obat Qur’an’.

Dikutip dari Healthy Advices, obat yang ditemukan oleh dokter asal Mesir bernama Abdul Basit Mohammed ini diklaim mampu mengembalikan kemampuan penglihatan hingga mencapai keberhasilan 99%.

Abdul pun menyatakan bahwa ia menemukan obat tersebut dari Al Qur’an, tepatnya dalam surat Yusuf ayat 84:

وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ

Dan Ya’qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf”, dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). (QS. Yusuf : 84)

Penafsiran ayat diatas bahwa sejak dulu manusia telah menggunakan keringat untuk menjadi obat dari berbagai masalah, terlebih yang berkaitan dengan perbaikan dan penyembuhan mata. Abdul pun telah melakukan uji coba kepada kelinci dan manusia.

Hasilnya cukup menunjukkan bahwa obat tersebut benar­benar bekerja dan memberikan keajaiban. Subhanallah, Semoga tulisan ini bisa menambah rasa syukur kita Terhadap Allah.


Sumber: yukbaca.co

Inilah Sejarah Perayaan Maulid Nabi

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Bulan Rabiul Awwal merupakan bulan di mana nabi yang paling agung, nabi yang membawa risalah terakhir dilahirkan. Hampir sebagian umat Islam khususnya di Indonesia merayakan hari lahirnya sang pembawa cahaya, yang mengeluarkan umatnya dari zaman kegelapan hingga zaman terang benderang.



Kebanyakan umat Islam merayakannya sebagai ungkapan rasa syukur dan rasa cinta yang begitu besar kepada Nabi SAW. Namun, yang perlu kita ketahui pernahkah generasi awal merayakan maulid nabi. Yang sudah tentu kita tahu, bahwa generasi awal (salafussholeh) adalah generasi yang paling dekat dengan Nabi SAW. Dan mereka yang paling tahu apa yang diingikan Nabi SAW. Karena meraka selalu hidup berdampingan dengan nabi sepanjang hayatnya.

Oleh karena itu, kita dituntut untuk tahu sejarah awal mula dirayakannya maulid Nabi SAW. Karena sesuatu perkerjaan yang tidak didasarkan atas ilmu maka akan sia sia. Sebagaimana Rasullah bersabda: “Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka perbuatan tersebut tertolak,” (HR. Muslim).


Ada beberapa pendapat tentang asal mula maulid Nabi SAW. Pendapat pertama mengatakan bahwa Sholahuddin Al Ayubi yang pertama kali memulai perayaan maulid karena melihat kondisi muslimin pada waktu itu semakin jauh dengan sunah-sunah Rasul. Sedangkan para tentara salibis setiap saat siap untuk menyerang pasukan muslimin dalam sekali hantaman. Dan dengan ijtihad beliau mengadakan maulid Nabi SAW agar menumbuhkan sunah-sunah yang mulai memudar dari tubuh muslimin dan semangat juang dalam menegakkan kalimatullah.

Sedangkan pendapat kedua para ahli sejarah seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn al-Jauzi, Ibn Kathir, al-Hafizh al-Sakhawi, al-Hafizh al-Suyuthi dan lainnya telah bersepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan al-Muzhaffar, bukan Shalahuddin al-Ayyubi.

Sebagaimana yang ditulis oleh ibn Khallikan dalam kitabnya Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, beliau mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi.

Imam Suyuthi dalam kitabnya Husn Al-Maqosid fi Amal Al-Maulid menerangkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi adalah Sultan Al-Muzhaffar, penguasa dari negeri Irbil yang terkenal loyal dan berdedikasi tinggi. Mudzorofah pernah menghadiahkan sepuluh ribu dinar kepada Syekh Abu Al-Khatib Ibnu Dihyah yang telah berhasil menyusun sebuah buku riwayat hidup dan risalah Rasulullah dengan judul At-Tanwir fi Maulid Al-Basyir Al-Nazir.

Pada masa Abbasiyah, sekitar abad kedua belas masehi, perayaan maulid Nabi dilaksanakan secara resmi yang dibiayai dan difasilitasi oleh khalifah dengan mengundang penguasa lokal. Acara itu diisi dengan puji-pujian dan uraian maulid Nabi, serta dilangsungkan dengan pawai akbar mengelilingi kota diiringi pasukan berkuda dan angkatan bersenjata.

Sedangkan pendapat yang ketiga para ahli sejarah seperti Al Maqriziy serta mufti mesir Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy dan juga Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh mengatakan bahwa kelompok yang pertama kali mengadakan maulid Nabi SAW adalah Firqoh sesat Syiah Ubaidiyyun pada dinasti fatimiyah sebagaimana yang beliau tuliskan pada kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’.

Dari beberapa pendapat kita dapat menyimpulkan bahwa perayaan maulid tidak dilaksanakan di masa Rasulullah dan sahabatnya. Tidak juga di masa tabi’in, tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabinya. Dan sebaliknya bahwa perayaan maulid baru dimulai pada masa mamalik (kerajaan) sekitar abad ke-7 Hijriyah di saat firqoh-firqoh sesat subur berkembang di masa itu. Wallahu a’lam.

Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah. Aamiin

Oleh: Maulana Suryana Akbar, Mahasantri Ulil Albab, Universitas Ibnu Khaldun Bogor

Sumber : islampos.com

Suami Selingkuh Akan Tetapi Tidak Mau Cerai? Jangan Bodoh, Bukan Karena Dia Cinta. Tapi Karena Ini

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Mengapa ada suami yang sudah jelas-jelas ketahuan selingkuh, tapi ketika diminta cerai ia enggan atau menolak? Apa itu tandanya ia masih cinta sama istrinya? Apa itu tanda ia masih sayang sama keluarganya? Atau dia ingin berpoligami ?



Banyak wanita yang sengsara akibat terperangkap dalam hubungan yang sudah tidak sehat dan tidak lagi memberi kebahagiaan kepadanya, namun tidak bisa melepaskan diri. Pada akhirnya, mereka hanya bertahan karena tak punya pilihan. Tapi apa sebenarnya yang membuat suami menolak untuk bercerai?

Jawabannya cuma satu, yaitu egois. Laki-laki pada dasarnya tertarik pada banyak wanita, cuma karena ia sudah memilikimu, ia harus merendam nafsunya untuk mencari wanita lain.

Namun jika ia sudah selingkuh dan tetap tidak ingin bercerai, itu tandanya ia ingin menguasai kalian berdua, istrinya juga selingkuhannya, seperti peribahasa “Sambil menyelam minum air”.

Ia butuh selingkuhannya untuk memuaskan nafsu b1rahinya, sedangkan ia butuh istrinya untuk menjaga dan mengasuh anak-anaknya. Lihat kan betapa egoisnya mereka?

Banyak wanita yang gagal melihat kenyataan ini. Mereka berusaha untuk bersabar dan tetap bertahan walaupun itu sangat menyakitkan. Bodohnya lagi, mereka berharap suaminya akan sadar dan kembali ke sisinya karena “cinta”, padahal sama sekali bukan seperti itu.

Pria yang sudah selingkuh namun tak mau bercerai biasanya pria egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri, melakukan apa saja seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan sang istri.

Untuk kaum wanita, janganlah membodohi diri sendiri, mengira ia tidak ingin melepaskanmu karena masih cinta padamu, padahal yang sebenarnya mereka cintai itu “diri sendiri”.

Berikut ini salah satu postingan netizen yang mengalami hal yang sama:




Hai para istri, jika ia sudah selingkuh, maka lepaskanlah dia biar dia cari kebahagiaannya sendiri, demikian juga dengan engkau cari kebahagiaanmu sendiri. Harus tegas. Selingkuh sekali pasti ada kedua kali walaupun sudah dimaafkan. Pria yang tidak setia yah tidak setia. Engkau pantas untuk hidup yang lebih baik !! Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat .


Sumber: cerpen.co.id

Wahai Para Suami, Kamulah Sebab Utama Pudarnya Kecantikan Istri

Bagikandakwah – Sebuah kisah yang patut kit abaca hingga akhir, Ada seorang suami mengeluh kepada sahabatnya. Seleranya terhadap istri menurun, setelah sebelumnya menggebu-gebu dan tak bisa menahan saat bertemu. Dulu, berpisah dalam hitungan jam saja, rindu langsung terbit. Saat pertama kali bertemu, bukan hanya salam, tapi ciuman selalu mendarat di kening dan pipi istri, lalu berlanjut pada aktivitas ibadah menyenangkan penuh kemesraan.



“Sekarang,” kata laki-laki itu menuturkan, “tidur berdampingan pun tak pernah menyentuh. Bahkan saya lebih sering tidur di sofa atau ruang tamu.” Sebabnya, masih menurut laki-laki itu, “Istri saya tidak secantik dulu.”

Astaghfirullahal ‘adzhiim…

Fenomena ini sangat banyak kita jumpai dalam kehidupan nyata. Seorang suami mengeluhkan penampilan istrinya. Tak secantik dulu, tidak seseksi waktu pertama bertemu, tidak sekencang waktu belum punya anak, dan keluhan-keluhan lainnya.

Andai para suami itu mau sedikit bermuhasabah dan meneliti kehidupannya setiap jenak, niscaya mereka akan terbelalak dengan fakta yang ada. Andai para suami mau merenung, yang menjadi sebab menurunnya kecantikan para istri, sejatinya bukan dia atau orang lain, tapi dirinya sendiri sebagai seorang suami. Ya. Para suami merupakan sebab utama memudarnya kecantikan istrinya.

Perubahan fisik setelah menikah adalah kemestian. Bahkan, jika tak berubah, ada hal tak beres yang terjadi di rumah tangga tersebut. Bahwa melar, melebar, dan sejenisnya adalah tabiat dari fisik itu sendiri, yang ianya menjadi sunnatullah hingga mustahil dihindari.

Pertama,hendaknya suami berpikir, apakah nafkah yang dia berikan sudah cukup untuk membeli bedak, lipstik, dan seabreg perlengkapan dandan lainnya? Sudahkah dia mengalokasikan dana bagi istrinya untuk pergi ke pusat kebugaran, perawatan kecantikan, dan hal-hal sejenisnya?

Jika belum, jangan salahkan istrimu! Tapi, pikirkanlah bagaimana caranya membuat dia mulia dengan menuruti apa yang mereka butuhkan terkait kecantikan.

Kedua,sudahkah Anda, wahai para suami, benar-benar melakukan perintah Allah Ta’ala untuk menundukkan pandangan mata? Sudahkah Anda benar-benar melakukannya saat di perjalanan, di tempat kerja, dan saat-saat berada di depan ponsel canggih atau layar televisi?

Sudahkah Anda menunduk dan benar-benar meminta kepada Allah Ta’ala agar mata Anda terjaga dari yang haram dan hanya puas dengan yang halal dan diberkahi? Sudahkah Anda menganggap segala jenis pemandangan haram itu sebagai sesuatu yang menjijikkan, atau justru Anda menggemari dan berlangganan menikmatinya?

Jika terhadap pandangan saja Anda belum bisa menjaga, itulah sebab utama mengapa kecantikan istri Anda semakin pudar. Sebab semakin sering Anda melihat sesuatu yang haram dan menikmatinya, maka yang halal, berkah, dan nikmat tak kuasa lagi memuaskan hati Anda.

Semoga Allah Ta’ala selalu menjaga pandangan kita dari yang haram, dan untuk para suami, agar puas dengan yang halal, berkah, dan nikmat saja. Aamiin.
Wallahu a’lam


Jika Pernah Mimpi Suami Selingkuh Dengan Wanita Lain, Ini Artinya Menurut Islam

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Ketika sedang tidur, setiap orang seringkali bermimpi. Mimpi itu sendiri sering diartikan sebagai bunga tidur. Namun, tak jarang mimpi juga membuat seseorang penasaran dan ingin tahu apa makna dibalik mimpi yang dialaminya semalam. Tetapi tidak semua orang mempercayai arti dari mimpi yang dialaminya. Meskipun begitu, jika Anda penasaran mengenai makna dari sebuah mimpi, sebaiknya jangan dijadikan sebagai kepercayaan ketika Anda mendapatkan makna dari mimpi yang masih samar kebenarannya.



Pernahkan mimpi suami anda selingkuh ? ketahuilah ini makna dari mimpi suami selingkuh. Suami Selingkuh tentunya menarik untuk diketahui khususnya bagi istri. Mengalami mimpi yang sedemikan rupa tentunya menakutkan untuk para istri. Bangun tidur dada terasa sesak, cemas, takut, menangis, apalagi jika dalam kondisi hamil serta melankolis.

Untuk menambah wawasan mengenai mimpi tersebut, berikut akan diulas mengenai arti mimpi menurut ahli tafsir dan juga menurut kepercayaan lain:

1. Suami Selingkuh di Depan Mata

Mimpi suami selingkuh di depan mata menandakan bahwa istri ingin suami terbuka. Akhir-akhir ini mungkin istri merasa ada yang disembunyikan oleh suami.

Tetapi, penafsiran lain mengungkapkan bahwa sang istri sebenarnya sedang membutuhkan cinta dan kasih sayang dari suaminya namun terlalu malu untuk mengungkapkannya.

2. Suami Selingkuh Dengan Teman Sendiri Atau Sahabat
Mimpi tersebut menunjukkan bahwa istri merasa terkalahkan dengan temannya, baik dari segi pekerjaan ataupun status sosial.

Sebenarnya, si istri cenderung sedang merasa kesepian karena sedang ditinggal suami atau sebaliknya, yaitu si istri mendapatkan pekerjaan yang mengharuskannya untuk berjauhan dengan suami.

3. Suami Selingkuh Dengan Mantan Pacar

Mimpi ini mengacu pada kehidupan istri dimasa lalu yang berkaitan dengan pengalaman di masa kini.

Mimpi melihat suami berselingkuh dengan mantan pacarnya menunjukkan kecemburuan istri terhadap mantan pacar suami. Jadi, mimpi ini berkaitan dengan sifat seseorang.

4. Suami Selingkuh Dengan Pembantu

Pembantu merupakan simbol akan keinginan dan kebutuhan. Jadi apabila istri mengalami mimpi ini, maka sebenarnya sang istri sedang membutuhkan kepedulian suaminya.

Penafsiran lain mengatakan bahwa mimpi ini pertanda bahwa sang suami melakukan hal yang tidak diinginkan istri.

5. Suami Selingkuh Saat Istri Hamil

Ketika hamil, istri secara psikologis membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari suaminya. Maka ketika tidak mendapatkan hal itu, sang istri cenderung mengalami mimpi buruk tentang suami.

Menurut primbon jawa, mengalami mimpi suami selingkuh menunjukkan bahwa keluarga akan mendapat kabar baik. Secara lengkap, berikut ini ada beberapa arti mimpi suami selingkuh menurut kepercayaan primbon Jawa.

6. Mimpi Suami Selingkuh dan Punya Anak

Mimpi tersebut memiliki penafsiran yang baik karena berarti keluarga akan mendapatkan rezeki yang baik dan besar.

7. Mimpi Suami Selingkuh Dengan Mantan Pacar

Mimpi ini menandakan bahwa suami dan si istri yang bermimpi akan diberi umur yang panjang dan selalu terjaga kesehatannya.

8. Mimpi Suami Selingkuh Dengan Teman Istri

Jika anda bermimpi suami selingkuh dengan teman anda, bisa jadi ini pertanda baik. Mimpi ini justru akan menandakan bahwa hubungan rumah tangga yang bermimpi akan harmonis dan rejeki lancar dalam beberapa minggu kedepan.

9. Mimpi Suami Selingkuh Dengan Wanita Lain

Mimpi suami selingkuh dengan wanita lain berkaitan dengan kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangga. Mimpi ini simbol suami sedang berusaha cari celah, keuntungan dan peluang agar kondisi ekonomi membaik.

10. Mimpi Suami Selingkuh Dengan Teman Kerja

Mimpi ini tidak memiliki arti, bisa jadi hal itu hanya kecurigaan istri saja. Mimpi yang terjadi akibat akumulasi kecurigaan istri terhadap suami, mungkin disebabkan oleh : sikap cuek, sering lembur tidak jelas, jarang dirumah, perhatian berkurang, dsb.

Jadi sahabat dakwah, penafsir yang berbeda menghasilkan penfasiran yang berbeda juga. Hasilnya kembali lagi kepada yang bermimpi, apa mau percaya tentang arti mimpi suami selingkuh tersebut atau tidak. Jadi tentukan sikap agar keluarga anda senantiasa harmonis dan langgeng, Aamiin.