Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Perbaikilah Sholatmu, Maka Allah Akan Dengan Mudah Mengabulkan Semua Doamu

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Tahukah kamu bahwa, bila ibadah shalatmu dilakukan dengan baik dan sesuai dengan keinginan Al-Qur’an dan sunnah, maka setiap doa yang selama ini kamu panjatkan kepada Allah dalam shalatmu akan membuat sulit Allah SWT untuk menolaknya.



Setiap doa yang dimohonkan saat kamu sedang menjalankan shalat maka doa itu akan cepat dijawab oleh Allah SWT. Ketahuilah bahwa doa seseorang yang diucapkan saat berdiri dalam shalatnya, maka akan langsung dikabulkan oleh Allah.

Ikhtiar Dan Sabar, Itu Adalah Kunci Agar Suatu Saat Nanti Hidupmu Akan Menjadi Bahagia

Maka perhatikan dan perbaikilah seluruh ibadah shalatmu dengan benar. Niscaya apa yang kamu minta pasti akan secepatnya dikabulkan oleh-Nya. Jadi jika kamu sedang dilanda suatu persoalan dalam kehidupan, maka mintalah solusinya hanya kepada Allah.

Teruslah kamu untuk berikhtiar dan bersabar, dan ketika kamu hendak menjalankan shalat maka memohonlah pada-Nya agar kamu mendapatkan jalan keluar yang baik. Ingatlah bahwa kasih sayang Allah kepada seluruh hambanya sungguh sangat luas.

Rasa Senang Dan Sedih Datangnya Dari Allah, Maka Ketika Keduanya Menghampirimu Jangan Lupa Untuk Segera Kembali Pada-Nya

Banyak dari manusia yang mengeluh saat mereka sedang dilanda persoalan dalam hidupnya. Itu tidak lain karena kita tidak merasakan kasih sayang Allah yang sangat luas ini.

Ingatlah bahwa setiap rasa bahagia atau pun sedihmu itu semua Allah lah yang memberinya. Tinggal bagaimana cara kamu untuk menjalani semua itu.

Jangan lupakan bahwa apa yang sudah diberikan Allah kepadamu selama ini adalah bentuk dari rasa cinta Sang Pencipta kepada Hamba-Nya.

Jagalah Setiap Nikmat Yang Allah Karuniakan Untukmu Dengan Rasa Syukur dan Shalatmu

Jangan sekali-kali kamu lupa akan rasa syukurmu bila cita-cita yang selama ini kamu impikan telah dikabulkan oleh Allah. Itu adalah salah satu wujud nikmat untukmu supaya kamu semakin dekat dengan-Nya.

Jagalah setiap nikmat hidup yang telah Allah berikan untukmu dengan terus bersyukur kepada-Nya. Jangan terlalu merasa senang saat kamu sedang diberi kenikmatan oleh-Nya. Agar kamu tidak lupa darimana semua itu sebenarnya berasal.

Belajarlah Menjadi Orang Yang Rendah Hati, Karena Itu Akan Mencegahmu Dari Kesombongan

Kamu harus ingat bahwa tiap manusia yang hidup di dunia ini memiliki sebuah tanggung jawab. Maka dari itu jagalah selalu hatimu. Karena dengan menjaga hatimu maka kamu tidak akan menjadi orang yang sombong.

Ketahuilah bahwa jika kamu semakin banyak bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat yang sedang kamu rasakan saat ini. Pandanglah semua nikmat-nikmat dari Allah dengan bijaksana.

Jangan Sekali-kali Ingkar Kepada Nikmat Yang Kamu Dapatkan, Karena Itu Salah Satu Perbuatan Yang Di Benci Oleh Allah

Nikmat sejatinya adalah ujian hidup bagi manusia. Banyak dari mereka yang lalai dan menjadi angkuh karena nikmat yang sudah mereka terima. Jangan sekali-kali kamu seperti itu karena itu adalah perbuatan yang di benci oleh Allah.

Gunakanlah nikmat yang Allah berikan untukmu dengan benar. Agar kamu mendapat ridho dari-Nya. Bersedekahlah dengan rezeki yang telah kamu terima.

Tolonglah mereka yang membutuhkan bantuanmu dan Jadikanlah hidupmu agar berguna bagi orang lain. Niscaya rezekimu akan semakin bertambah.

Oleh karena itu mengertilah, bahwa semua kenikmatan yang Allah persembahkan bagimu itu adalah merupakan sebuah amanah yang harus kamu pertanggungjawabkan kelak.

Sahabat dakwah, mulai sekarang perbaikilah sholatmu agar Allah memperbaiki hidupmu, semoga menginspirasi


Sumber: suara.co

Jika Anda Banyak Meninggalkan Sholat, Lakukan Ini Sebelum Terlambat dan Menyesal di Kemudian Hari

Bagikandakwah – Hidayah bisa didapat oleh siapapun yang dikehendaki Allah, Kadar iman seseorang itu bisa naik dan juga bisa turun.



Pertanyaan
Adakah kita perlu mengqada’ solat (wajib atau sunat) yang tertinggal dengan sengaja, malas dan lalai? Bagaimana dengan solat yang ditinggalkan semenjak aqil baligh? Apakah kita hanya dituntut supaya bertaubat dan tidak perlu mengqada’nya?

Jawaban:
Firman Allah SWT:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
“… sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. an-Nisa: 103)

Ayat ini menunjukkan bahawa solat fardhu menjadi kewajipan orang Islam dan mempunyai waktunya yang telah ditetapkan. Sebelum saya menjawab permasalahan ini, suka dinyatakan berkenaan dengan hukum meninggalkan solat.

Pengarang al-Fiqh al-Manhajimenyebut: Orang yang meninggalkan kerana mengingkari hukum wajibnya atau sengaja mempersendakannya akan menjadi kafir dan terkeluar daripada agama Islam.

Pihak pemerintah wajib menyuruhnya bertaubat dan tidak boleh membiarkannya demikian sehingga dia bertaubat dan kembali mendirikan sholat.

Jika dia terus mengingkarinya, dia akan dihukum bunuh sebagai seorang murtad dan mayatnya tidak boleh dimandikan, dikafankan dan disembahyangkan. Juga tidak harus dikebumikan di tanah perkuburan orang Islam kerana dia bukan lagi di kalangan mereka.

Sementara orang yang meninggalkan solat kerana malas tetapi masih meyakini hukum wajibnya, pihak pemerintah hendaklah memaksanya mengqada’kan solat dan bertaubat daripada kesalahan meninggalkannya.

Jika masih ingkar untuk mengqada’nya, maka dia wajib dihukum bunuh mengikut hukuman yang disyariatkan atas orang Islam yang melakukan maksiat.

Hal ini kerana hukuman ke atas orang yang meninggalkan perkara fardhu adalah wajib diperangi tetapi selepas dibunuh dia masih dianggap seorang Islam. Oleh itu, jenazahnya, pengebumian dan pembahagian hartanya hendaklah diuruskan menurut syariat Islam.

Berkenaan dengan soalan di atas, pendapat yang masyhur dalam Mazhab Syafie hendaklah diqada’kan solat yang telah ditinggalkan walaupun bukan dengan sebab tertidur atau lupa.

Ini kerana hutang Allah SWT lebih utama dibayar. Berkenaan dengan solat yang ditinggalkan semenjak aqil baligh, maka hendaklah diqada’ semampu yang mungkin walaupun secara beransur-ansur sehingga selesai, di samping bertaubat kepada Allah SWT.

Mereka hendaklah menghitung solat yang ditinggalkan dengan ghalib zan atau yakin supaya dapat diqada’kan semua solat yang pernah ditinggalkan.

Walaupun begitu kita yakin dengan sifat keampunan Tuhan dan penerimaan taubatnya di samping beriman dengan firman Allah SWT:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya …” (QS. al-Baqarah: 286)

  
Berkenaan dengan qada’ amalan sunat hukumnya sunat, seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Adapun taubat juga perlu tetapi tidak memadai dengannya sahaja, mesti diqada’ juga berdasarkan arahan Rasulullah SAW.

Cara Mengqodho’ Sholat
Ada pendapat yang mengatakan hanya perlu qada solat yang ditinggalkan kerana tidak sengaja terlupa atau tertidur dan tidak perlu qada solat yang sengaja ditinggalkan.

Misalnya sembahyang yang ditinggalkan dengan sengaja kerana lalai semasa “muda-muda dulu”. Mereka mengatakan cukup dengan istighfar dan bertaubat sahaja.

Sebenarnya pendapat ini tidak tepat kerana Rasulullah s.a.w. sendiri menqada solat yang ditinggalkan walaupun Baginda tidak tertidur atau terlupa. Tidak ada qada dalam solat bukan bermaksud tidak perlu qada tapi tidak perlu sebut perkataan qadha semasa niat.

Qadha ialah melakukan sesuatu ibadah di luar waktunya dan tunai ialah melakukan sesuatu ibadah di dalam waktunya. Secara mudahnya tunai “waktu Allah”, qadha “waktu kita”

Dari ‘Aisyah r.a katanya: ”Apabila Rasulullah s.a.w. lupa solat malam, umpamanya kerana tertidur dan sebagainya, maka baginda menggantinya pada siang hari dua belas rakaat.” (HR. Muslim)

Ada orang bertanya: Jika kita tertinggal solat (sengaja dan tidak sengaja) sejak akhil baligh sehingga sekarang (20-an; banyak waktu), perlukah di qada semua jumlah solat yang tertinggal itu atau cukup dengan melakukan solat taubat?

Jawabnya, Wajib qada solat yang telah tertinggal. Disini ada dua cara untuk qada, pertama jika seseorang yang tahu sebanyak mana dia telah tinggalkan solat fardhunya, maka qadakanlah mengikut bilangan yang telah ditinggalkannya.

Cara kedua adalah bagi yang tidak tahu secara detail berapa banyak yang telah ditinggalkannya, yakni semenjak akil baligh, buatlah anggaran berapa banyak solat yang perlu diqada dan berhentilah jika sudah yakin solat itu sudah diqada kesemuanya.

Cara yang terbaik adalah selepas selesai solat fardhu lakukan solat qada, buatlah berterusan begitu moga-moga diterima Allah. Selain itu ada juga orang bertanya, jika ditakdirkan meninggal sebelum sempat mengqada semua solat itu ( tetapi sudah buat solat taubat ) bagaimana ?

Soal jika meninggal sebelum sempat meng’qada kesemua solat itu, semuanya bergantung pada Allah, akan tetapi jika kita telah benar-benar insaf dan niat untuk qada’ kesemua solat dan telah melakukan solat taubat dengan bersungguh-sungguh dan juga mengikuti segala perintah Allah, insyaAllah akan diampuni dosa-dosanya.

Untuk pengetahuan semua, qada solat fardhu boleh dilakukan pada bila-bila masa sahaja tiada waktu larangan padanya. Semoga perkongsian ini bermanfaat kepada semua dalam mendapat pengampunan daripada Allah SWT. Aamiin


Untuk Ibu yang Sering Marah-marah Sama Anaknya, Bahkan Sampai Mengutuk. Baca Ini Sebelum Anda Menyesal

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Masalah dalam rumah tangga selalu hadir di tengah-tengah kehangatan anggota keluarga. Masalah itu bisa muncul dari luar, bahkan dari dalam sekali pun.



Yapp, salah satu yang banyak kita temukan adalah seorang istri yang selalu saja melaknat anaknya ketika anak tersebut berbuat salah. Lalu, bagaimana solusinya? Simak solusi dibawah ini :

Sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, suami memiliki kewajiban untuk mengarahkan anggota keluarganya pada jalan kebenaran. Nah, dalam kasus sekarang ini, apa yang dilakukan seorang istri kepada anaknya sangatlah tidak tepat. Mengapa?

Melaknat anak termasuk dosa besar. Begitu pula melaknat orang lain yang tidak berhak dilaknat. Nabi SAW bersabda, “Dan melaknat seorang mukmin itu seperti membunuhnya,” (HR. Al-Bukhari).

Beliau bersabda, “Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) .

Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang banyak melaknat tidak akan menjadi pemberi kesaksian dan syafaat pada hari kiamat kelak,” (HR. Muslim).

Maka, perempuan tersebut wajib bertaubat kepada Allah dan menjaga lisannya dari mencela anak-anaknya. Ia juga dianjurkan untuk sering mendoakan mereka agar mendapat petunjuk dan kebaikan.

Sedangkan bagi Anda, sebagai suami, dianjurkan untuk menasihatinya selalu dan mengingatkannya agar tidak mencela anak-anaknya, serta meng-hajr-nya (mendiamkannya) jika nasihat tersebut tidak memberikan perubahan apapun.

Hajr yang diyakini dapat bermanfaat baginya, bersabar dan selalu mengharap pahal serta tidak tergesa-gesa menjatuhkan talak. Semoga kita sebagai orangtua tidak cepat melaknat anak ketika ia bersalah. Nasehati yang baik dan didik yang baik agar kelak bisa berguna bagi Agama dan bangsa


Sumber: congkop.xyz

Hati-hati Posting Foto di Facebook, Bisa Terkena Santet

Bagikandakwah – Untuk kamu yang sudah mengupload foto di facebook, renungkanlah tulisan dibawah ini :



Masalah perdukunan sudah dianggap mitos semata di dunia yang semakin canggih ini. Namun, ternyata di Malaysia, tersiar kabar bahwa ada seorang dukun yang mampu mengirim santet melalui dunia maya yang salah satunya adalah Facebook.

Banyak yang heran bagaimana dukun atau disebut sebagai bomoh melancarkan aksi black magic-nya melalui media online.

Menurut Pejabat Komunikasi di Kementerian Keamanan Cyber Malaysia, Jazannul Azriq Aripin, dukun tersebut memanfaatkan foto yang diunggah oleh korban.

Foto tersebut kemudian dijadikan sebagai media untuk mengirimkan santet atau ilmu hitam lainnya. Tidak dijelaskan secara rinci bagaimana proses pemindahan energi hitam tersebut.

Namun Jazannul menghimbau pada masyarakat untuk tidak sembarangan mengunggah foto dan identitas pribadi ke media online.

“Jadi jangan sembarangan meng-upload foto Anda untuk menghindari ancaman sihir hitam,” Papar Jazannul.

Sebagai umat Muslim, masalah ghaib dan sihir memang diyakini ada. Namun hal itu dihadirkan hanya untuk menjadi ujian bagi manusia. Maka dari itu sebaiknya pertebal keimanan dengan terus mengingat Allah. Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat


Jangan Taruh 3 Benda Ini di Dekat Lemari Pendingin, Akibatnya Bisa Fatal

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Kulkas menjadi barang elektronik yang sudah banyak dimiliki oleh masyarakat. Dibalik fungsinya yang sangat bermanfaat, barang elektronik ini ternyata bisa juga menjadi sumber bahaya jika anda salah dalam hal menyimpan barang didalamnya.


Dalam beberapa kasus, rumah-rumah terbakar lantaran adanya barang-barang yang diletakkan sembarangan di dalam maupun di atas lemari pendingin.

Lebih lanjut, ternyata ada tiga barang yang dilarang untuk diletakkan di area sekitar kulkas. Apa saja? Berikut ulasannya sebagaimana dihimpun Sriwijaya Post:

1. Jangan Menaruh Minuman Bersoda di Freezer

Minuman bersoda mengandung banyak gas karbon dioksida. Saat anda mengeluarkan minuman bersoda dari freezer, maka suhu sekitar minuman tersebut tiba-tiba melonjak. Sementara sejumlah besar gas didalam minuman bersoda akan dilepaskan, akibatnya tekanan kaleng minuman bersoda akan lebih besar.

Tekanan didalam kaleng minuman soda yang tertutup rapat tidak dapat mengeluarkan gasnya, sehingga begitu dibuka, akan melukai orang di sekitar. Kalau lukanya ringan mungkin hanya dijahit beberapa jahitan, sebaliknya kalau serius, wajah pun menjadi rusak.

2. Jangan Taruh Es Kering (dry ice) Dalam Freezer

Suhu di area freezer dalam kulkas biasanya berada di bawah -30°C. Suhu ini dapat membantu proses sublimasi dari benda padat ke gas. Dalam prosesnya, jika es kering sampai tersublimasi menjadi gas, maka volumenya akan menjadi 600-800 kali lebih besar.

Bisa anda bayangkan, lingkungan yang tertutup rapat seperti kulkas akan meledak karena adanya peningkatan tekanan. Ledakan yang dihasilkan tidak hanya akan merusak kulkas, tapi juga berbahaya bagi orang-orang di sekitar.

3. Jangan Menaruh Minuman Beralkohol, Bensin dan Bahan Lainnya yang Mudah Terbakar di Dalam Kulkas

Volume kulkas yang terbatas mudah membentuk area ledakan, jika saat dinyalakan terkena percikan (api) kecil sekali pun juga dapat menyebabkan ledakan.

Jadi, sebaiknya jangan meletakkan barang elektronik apa pun di atas kulkas, karena kulkas bisa panas. Selain itu, pancaran gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari barang elektronik lainnya akan mengganggu sistem pendingin kulkas.

Selain itu, jangan menggunakan benda tajam untuk menghilangkan bunga es pada freezer. Kulkas jaman sekarang telah menggunakan gas isobutana, yaitu semacam gas tak berbau dan mudah terbakar, yang ditempatkan di dalam pipa pembeku/freezer.

Jika tanpa sengaja pipa berisi butane ini tertusuk ketika sedang membersihkan bunga es dan bercampur dengan oksigen maka akan membuat kulkas meledak. Semoga bermanfaat


Inilah Orang-orang yang Terpelihara Dari Ujian dan Siksa Kubur

Bagikandakwah – Sahabat Dakwah, Sebagian kaum Mukmin yang melakukan amal-amal besar atau tertimpa musibah besar akan terjaga dari fitnah atau ujian dan azab kubur, Diantara mereka :



1. Orang yang Mati Syahid

an-Nasâ’i rahimahullah meriwayatkan dalam Sunan-nya bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Ya Rasûlullâh, mengapa kaum Mukmin diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid?” Beliau menjawab, “Cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.” [Dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Shahîhul Jâmi’ 4/164]

2. Seseorang yang Gugur Ketika Bertugas Jaga di Jalan Allah

Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

“Setiap orang yang meninggal amalnya ditutup, kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allâh. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur.” [HR. Tirmidzi dan Abu Dawud; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah. Lihat Misykâtul Mashâbîh 2/355]

3. Seseorang yang Meninggal Hari Jum’at

Dalam hadits Abdullah ibn Amru, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap Muslim yang meninggal pada hari Jum’at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.” [HR. Ahmad dan Tirmidzi; Dinyatakan kuat oleh syaikh al-Albâni rahimahullah dalam Ahkâmul Janâiz, hlm. 35]

4. Seseorang yang Meninggal Karena Sakit Perut

Abdullah bin Yasar Radhiyallahu anhu berkata,

“Aku pernah duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid ibn ‘Urafthah. Mereka menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut. Keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang lain, ‘Bukankah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan diadzab di dalam kubur.’ Yang satunya menjawab, ‘Engkau benar’.” [HR. an-Nasa’i dan Tirmidzi; dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]

Sahabat dakwah, semoga kita bisa menghindari perbuatan yang menyebabkan kita terjerumus dalam siksa kubur. Aamiin

Oleh: Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari


Merinding, Seperti Inilah Keadaan Alam Barzah

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Setiap makhluk hidup yang bernyawa pasti mengalami yang namanya kematian begitu juga manusia pasti akan mengalami kematian juga. Hanya, kita tak pernah tahu, kapan itu terjadi. Namun yang pasti, setelah kematian itu kita akan memasuki suatu alam, yang di sana hanya kita seorang diri. Tak ada penerang apalagi barang-barang mewah. Yang ada hanyalah tanah, binatang-binatang kecil dan kain yang melekat pada tubuh. Itulah alam barzah. Seperti apa keadaan di alam barzah itu?



Di dalam Al-Quran sudah dijelaskan keadaan orang-orang kafir ketika itu (di alam barzah) dengan firman Allah SWT berikut:

“Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), ‘Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras’,” (QS. Al-Mu’min: 45-46).

Dalam surat Qaaf ayat 22 juga dijelaskan bahwa keadaan orang yang lalai:

“Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam,” (QS. Qaaf: 22).

Maka, demikianlah keadaan manusia yang bersalah dan tidak ingin bertaubat dari kesalahannya akan menerima azab dan siksa, dimasukkan ke dalam neraka. Di sanalah matanya akan terbuka dan penglihatannya sudah sangat tajam, hanya dapat digunakan untuk menyesal, bukan untuk memperbaiki keadaan.

Adapun para syuhada’ dilukiskan sebagai orang-orang yang hidup dan mendapat rezeki.

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya,” (QS. Al-Baqarah: 154).

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki,” (QS. Ali Imran: 169).

Hadis-hadis Rasulullah SAW tentang malam Isra’ dan apa yang beliau lihat di alam barzah, membuktikan akan adanya macam-macam siksaan, di antaranya:

Sekelompok manusia tidak mengenakan pakaian, hanya bercawat sekedar menutupi kemaluannya saja. Mereka seperti ternak makan rumput dengan berdiri, buah zakkum yang sanagt pahit dan mengandung racun serta makan bara-bara jahannam. Hal itu terjadi, karena mereka menolak menyedekahkan harta bendanya dan menjauhi zakat.

Sekelompok manusia memakan daging busuk dengan lahap, sedangkan ada daging segar, tapi tidak bisa memakannya. Siksa yang demikian ini adalah untuk pezina.

Orang-orang berenang dalam lautan darah dan dilempari batu. Mereka adalah lintah darat, pemakan riba, manusia yang hanya mementingkan diri dan tidak peduli orang lain rugi.

Seorang dipukuli kepalanya dengan batu besar oleh sekelompok manusia, sampai kepalanya pecah dan banyak mengeluarkan darah. Kemudian kepalanya kembali lagi seperti semula, dipukuli dan pecah lagi. Orang ini semasa hidupnya enggan melakukan shalat wajib.

Sekelompok manusia beramai-ramai memotong lidah dan bibirnya. Digunting, kemudian tumbuh lagi, digunting lagi, tumbuh kembali dan begitu terus. Rasulullah bertanya kepada Jibril, “Siapakah mereka itu ya Jibril?” “Para penyebar fitnah,” jawab Jibril.

Orang-orang yang mulutnya terbuka lebar menelan api. Mereka adalah pemakan harta anak yatim.

Orang-orang yang memotong bagian-bagian tubuhnya dan dimakannya sendiri. Mereka inilah orang-orang yang gemar menggunjing orang lain. Semoga Allah member taufik dan hidayah kepada kita

Sumber: 1001 Siksa Alam Kubur/Karya: Ust. Asan Sani ar Rafif/Penerbit: Kunci Iman


Sumber: islampos.com

Jangan Remehkan Jika Umurmu Sudah Mendekati 40 Tahun, Inilah Misteri Dibalik Usia 40

Bagikandakwah – Sahabat dakwah, Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan menginjak usia 40 tahun ini.
  


Allah Ta’ala berfirman,

إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“… apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya.

Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala. Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ

“… apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? …” (QS. Fathir : 37)

Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan.

Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini.

Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari)

Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa matangnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting? Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu:

Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh,
Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun,
Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun,
Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.
Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya.

Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan.

Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)

Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun.

Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.

Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak bertambah dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab,

Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”

Kematian Bisa Datang Kapan Saja

Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.

Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini.

Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.

Demikianlah, Semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh. Aamiin Yaa Rabbal Alamin